Mengejar Golden Time Penyelamatan Santri Terjebak Reruntuhan Musala Ponpes Al Khoziny

Kabasarnas dan Kepala BNPB di Ponpes Al Khoziny Buduran.
Sumber :
  • Humas Kantor SAR Surabaya

Sidoarjo, VIVA Jatim – Upaya evakuasi santri yang masih terjebak di bawah reruntuhan musala Ponpes Al Khoziny Buduran, Kabupaten Sidoarjo, berkejaran dengan waktu. Tim SAR gabungan memprioritaskan korban yang masih memberi respons, sebelum mereka betul-betul tak bertahan karena lamanya proses evakuasi.

img_title Diserahkan ke Lanudal Juanda, Taman Pintar Juanda JAPFA Diharapkan Jadi Ruang Edukasi

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsda Mohammad Syafii menjelaskan, secara teori kemampuan tubuh seseorang dalam kondisi seperti dialami korban terjebak reruntuhan ialah 72 jam dihitung sejak hari kejadian. Dalam dunia SAR, itu disebut dengan golden time.

Bila dihitung sejak hari kejadian pada Senin, 29 September 2025, maka golden time berakhir pada Kamis, 2 Oktober 2025, besok pada pukul 15.00 WIB.

img_title Polda Jatim Turun Tangan Kejar Pembunuh Sekretaris DPRKP Bangkalan

Mengacu pada itu, agar korban yang masih mengirim tanda-tanda kehidupan bisa bertahan lebih lama, maka suplai makanan, air minum, vitamin, dan oksigen dikirim tim SAR melalui celah-celah kecil reruntuhan.

"Memungkinkan yang bersangkutan bisa bertahan lebih lama," kata Syafii di Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, Rabu, 1 Oktober 2025.

img_title Polresta Sidoarjo Tebar 3 Ton Beras untuk Warga yang Membutuhkan di Hari Bhayangkara ke-80

Kepala Subdit Pengerahan dan Pengendalian Operasi Basarnas Emi Freezer menambahkan, mengacu pada waktu emas itu, maka fokus utama operasi saat ini ialah di 15 titik.

Rinciannya, 8 titik merupakan zona hitam dan 7 titik zona merah. Zona hitam adalah 8 korban yang tidak mengirimkan tanda-tanda kehidupan. Sementara zona merah ialah adanya 7 korban yang masih bisa merespons komunikasi dari tim SAR.

Dari 7 korban zona merah itu, hanya satu yang sudah bisa disentuh langsung oleh tim SAR namun belum bisa dievakuasi karena tubuh korban terhimpit material bangunan. Sementara 6 korban lainnya berada di balik kolom sebelah sehingga belum bisa disentuh langsung oleh petugas.

Sementara ini yang bisa dilakukan tim, lanjut Freezer, ialah mengirim vitamin, makanan, minuman, dan oksigen ke enam korban yang terjebak reruntuhan tersebut. "Artinya kami belum bisa langsung touch (sentuh) mereka," ucapnya.

Sementara satu korban yang juga memberikan respons berada di titik A1 atau di dekat pintu. Dia tidak bisa menggerakkan tubuh sama sekali karena terhimpit bordes. Tim SAR kemudian menggali lubang atau semacam gorong, agar korban bisa menggerakkan tubuhnya dan mudah dievakuasi.

Halaman Selanjutnya
img_title