Korban Meninggal Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Bertambah Jadi 5 Orang
- Ahaddiini HM/VIVA Jatim
Sidoarjo, VIVA Jatim – Jumlah korban meninggal dunia dalam tragedi Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, bertambah jadi 4 orang hingga masa pencarian dan evakuasi hari keempat, Rabu, 1 Oktober 2025. Puluhan korban masih dalam proses pencarian dan evakuasi.
Hingga Rabu malam, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 6 korban dari reruntuhan bangunan 4 lantai yang ambruk tersebut. Dua korban terevakuasi pada siang dan sore. Rinciannya, 1 meninggal dan 1 selamat atas nama Haikal.
Pada Rabu petang, 4 korban kembali berhasil dievakuasi dari reruntuhan. Rinciannya, 3 korban selamat dan 1 korban meninggal dunia. Dengan demikian, sementata ini total korban meninggal dunia sebanyak 5 orang.
Pantauan VIVA Jatim di RSI Siti Hajar, ambulans yang membawa jenazah korban meninggal kelima tiba sekitar pukul 19.14 WIB. Setelah itu jenazah langsung ditangani Tim DVI Ante Mortem Polda Jatim untuk proses identifikasi.
Sementara itu, suasana Pos Mortem nampak mulai didatangi wali santri untuk mencari kepastian keluarga mereka yang menjadi korban ambruknya gedung bangunan Ponpes Al Khoziny.
Ada yang sampai tak kuat menahan emosi hingga terjadi adu mulut dengan petugas, karena berusaha masuk ke area ruang jenazah untuk memastikan apakah jenazah yang baru tiba adalah anaknya.
Bila mengacu pada keterangan dari BNPB sebelumnya, ditambah 6 korban yang sudah dievakuasi sebanyak 108 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 5 orang meninggal dunia.
Sebelumnya, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjelaskan, secara teori kemampuan tubuh seseorang dalam kondisi seperti dialami korban terjebak reruntuhan ialah 72 jam dihitung sejak hari kejadian. Dalam dunia SAR, itu disebut dengan waktu emas atau golden time.
Agar korban yang masih mengirim tanda-tanda kehidupan bisa bertahan lebih lama, maka suplai makanan, air minum, vitamin, dan oksigen dikirim tim SAR melalui celah-celah kecil reruntuhan.
"Memungkinkan yang bersangkutan bisa bertahan lebih lama," kata Syafii di Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, Rabu, 1 Oktober 2025.