Gubernur Khofifah Ungkap Beratnya Proses Evakuasi Korban Musala Ponpes Al Khoziny Ambruk

Khofifah Indar Parawansa
Sumber :
  • VIVA Jatim/Mokhamad Dofir

Sidoarjo, VIVA Jatim-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan betapa sulitnya proses evakuasi korban ambruknya Musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo.

img_title Khofifah Sebut Proses Penjaringan Siswa Sekolah Rakyat di Jatim Berjalan Lancar

Dia mengatakan, sejak hari pertama, tim SAR menghadapi medan yang rumit dengan reruntuhan bangunan yang terdiri dari keramik, beton, hingga besi baja.

“Penggalian dilakukan dengan posisi tengkurap. Bisa dibayangkan betapa berat dan berisikonya. Untuk menggali satu meter saja, tim butuh waktu berjam-jam karena harus hati-hati agar korban tidak semakin terjepit,” jelas Khofifah saat peresmian Jatim Fest 2025 di Surabaya, Rabu, 1 Oktober 2025.

img_title Diserahkan ke Lanudal Juanda, Taman Pintar Juanda JAPFA Diharapkan Jadi Ruang Edukasi

Khofifah lalu menambahkan, setiap detik dalam evakuasi benar-benar krusial. Posisi korban yang terjepit material membuat petugas harus berhitung cermat sebelum mengeksekusi penyelamatan.

“Tadi [Selasa, 30 September 2025] malam saya kira sudah selesai jam 03.00 WIB, ternyata belum. Jam 05.00 WIB pun masih belum. Bahkan sampai setelah upacara tadi pagi, evakuasi masih berlangsung karena kaki korban masih terjepit beton,” tuturnya.

img_title Emil Dardak Yakinkan Masyarakat Soal Kerahasiaan Data saat Sensus Ekonomi

Dia juga memastikan bahwa tim SAR bekerja dengan dukungan penuh. Oksigen, vitamin, hingga infus disiapkan sejak awal untuk menjaga kondisi korban yang berhasil dijangkau.

“Ini adalah ikhtiar maksimal kita. Mudah-mudahan dengan doa yang terus mengalir, Allah memberikan kekuatan, kesabaran, dan keteguhan bagi keluarga maupun santri yang terdampak,” katanya dengan nada bergetar.

Dalam kesempatan itu, Khofifah turut menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya tiga santri yang lebih dulu ditemukan. Mereka antara lain, Maulana Affan Ibrahimafic (15) warga Surabaya, Mochammad Mashudul Haq (14) warga Surabaya dan Muhammad Soleh (22) warga Bangka Belitung.

“Ketiganya telah dipanggil keharibaan Allah SWT. Semoga mendapatkan tempat mulia dan kebahagiaan di sisi-Nya. Al-Fatiha,” ucap Khofifah.

Proses evakuasi hingga kini masih terus dilakukan dengan mengerahkan berbagai unsur gabungan SAR, TNI, Polri, dan relawan.

Data terakhir yang diperoleh dari Basarnas pada Kamis, 2 Oktober 2025 siang menyebut total korban 108 orang. Dan yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan sebanyak 18 orang, lima orang diantaranya meninggal dunia.