Alat Berat Digunakan untuk Mengangkat Reruntuhan Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Pembongkaran reruntuhan di Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo.
Sumber :
  • Istimewa

Sidoarjo, VIVA Jatim – Tim SAR gabungan mulai menggunakan alat berat untuk mengangkat material reruntuhan bangunan di Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, pada operasi pencarian dan evakuasi korban hari keempat, Kamis, 2 Oktober 2025.

img_title Polda Jatim Turun Tangan Kejar Pembunuh Sekretaris DPRKP Bangkalan

Keputusan menggunakan alat berat diambil setelah bermusyawarah dengan keluarga korban. Sebab, hingga batas akhir golden time (3 x 24 jam) pencarian korban, tak ada tanda-tanda kehidupan diterima tim dari korban yang terjebak di bawah reruntuhan.

Alat berat yang sejak hari pertama pencarian disiagakan mulai memasuki bangunan yang ambruk sejak pukul 11.30 WIB. Lokasi sekitar disterilkan. Awak media yang meliput juga diminta tidak mendekat karena faktor keamanan.

img_title Polresta Sidoarjo Tebar 3 Ton Beras untuk Warga yang Membutuhkan di Hari Bhayangkara ke-80

Ada 5 crane di lokasi dan 30 truk pengangkut material yang digunakan. "Hari ini evakuasi korban menggunakan alat berat. Kesepakatan ini sudah disetujui keluarga korban," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.

Ia menyampaikan, dalam rangka mendukung kelancaran evakuasi, area reruntuhan musala telah disterilisasi termasuk gedung di sekitar lokasi dikosongkan dan dilakukan penyemprotan guna meminimalisasi aroma yang tidak sedap.

img_title 80 Kades Terpilih di Sidoarjo Resmi Dilantik, 63 Wajah Baru

"Komandan Kodim menjamin keamanan tim di lapangan, sehingga evakuasi bisa lebih lancar," terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, meski evakuasi dilakukan menggunakan alat berat, pihaknya berharap masih ada korban selamat yang ditemukan.

"Semua berharap masih ada yang bisa diselamatkan meski evakuasi akan terus berjalan sampai semua korban ditemukan, dilanjutkan tahap recovery dan rekonstruksi," kata dia.

Suharyanto menyebut, data BNPB mencatat ada sekitar 59 orang dilaporkan hilang. Meski belum dipastikan seluruhnya tertimbun, pencarian terus dikebut dengan melibatkan 219 personel gabungan.

"Proses evakuasi diperkuat lima unit alat berat, 30 ambulans, 30 dump truck, hingga 300 kantong jenazah yang disiapkan untuk menghadapi kondisi terburuk," tegasnya.

Ia menambahkan, setiap jenazah yang berhasil dievakuasi akan langsung dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi.

"Kami pastikan evakuasi berjalan tertib. Masyarakat tidak diperkenankan melihat langsung di lokasi untuk menjaga kondusifitas,"tandasnya.