Mengetahui Cara dan Teknologi SAR Deteksi Korban Hidup di Tragedi Ponpes Al Khoziny

Tim SAR mendeteksi korban dengan wall scanner suffer.
Sumber :
  • Humas Kantor SAR Surabaya

Sidoarjo, VIVA Jatim – Tim SAR akhirnya terpaksa menggunakan alat berat untuk mengangkat reruntuhan bangunan di Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, yang ambruk. Itu dilakukan setelah tim SAR tak lagi menemukan sinyal kehidupan dari santri yang tertimbun reruntuhan.

img_title Diserahkan ke Lanudal Juanda, Taman Pintar Juanda JAPFA Diharapkan Jadi Ruang Edukasi

Pengerahan alat berat dilakukan tim SAR gabungan sejak Kamis sore kemarin. Ada 5 crane digunakan di lokasi untuk mengangkat material bangunan. Sebanyak 30 truk disiagakan untuk mengangkut material.

Peralatan lain juga disiapkan. Pengangkatan material bangunan dengan alat berat dilakukan agar proses evakuasi korban yang tertimbun cepat dilakukan. Sebab, kemungkinan besar korban tertimbun yang diduga berjumlah puluhan orang itu sudah meninggal dunia.

img_title Polda Jatim Turun Tangan Kejar Pembunuh Sekretaris DPRKP Bangkalan

Sebelum keputusan menggunakan alat berat diambil, tim SAR melakukan pengecekan secara mendalam untuk mengetahui secara pasti apakah masih ada korban yang hidup atau tidak. Pengecekan secara manual maupun dengan teknologi dilakukan dari Rabu malam hingga Kamis pagi kemarin.

SAR Mission Coordinator (SMC) Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menjelaskan, penggunaan crane dilakukan setelah tim rescue BASARNAS melaksanakan rangkaian assessment sebanyak tiga fase, pada Rabu malam.

img_title Polresta Sidoarjo Tebar 3 Ton Beras untuk Warga yang Membutuhkan di Hari Bhayangkara ke-80

Assessment dimaksud ialah upaya mendeteksi tanda-tanda kehidupan korban dari balik reruntuhan.

Pada fase pertama, tim melakukan pengecekan tanda-tanda kehidupan di Site A1, A2, dan A3 dengan cara memanggil korban secara bergantian.

Berdasarkan video yang beredar dan dilihat VIVA Jatim pada Jumat, 3 Oktober 2025, pada fase pertama ini petugas SAR merayap di antara celah reruntuhan beton dan memanggil siapa pun dengan suara keras. Namun, tak ada yang merespons. Hasilnya nihil.

Tim SAR mendeteksi korban tragedi Ponpes Al Khoziny Buduran.

Photo :
  • Humas Kantor SAR Surabaya

Fase kedua dilanjutkan dengan penggunaan search camera yang menjangkau celah hingga kedalaman lima meter. Kamera SAR ini dilengkapi fitur seperti sensor audio dan bersifat fleksibel sehingga mampu menggambarkan keadaan di lokasi sempit. Dengan cara ini hasilnya juga nihil.

Kemudian, fase ketiga dilakukan dengan wall scan suffer 400 untuk mendeteksi keberadaan orang di balik reruntuhan dinding beton. Alat ini dilengkapi teknologi pendeteksi napas atau denyut nadi di balik reruntuhan dinding atau beton.

Halaman Selanjutnya
img_title