RS Bhayangkara Surabaya Simpan Jenazah Korban Ponpes Al Khoziny di Kontainer Pendingin
- Mokhamad Dofir
Surabaya, VIVA Jatim-Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya menyiapkan kontainer pendingin (cold storage) untuk menyimpan jenazah korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Polisi M Kusnan Marzuki menjelaskan, fasilitas disiapkan agar kondisi jenazah tetap terjaga selama proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Timur.
“Kami sudah menyiapkan cold storage agar proses identifikasi berjalan lancar,” ujarnya, Jumat, 3 Oktober 2025.
Dia menyebut fasilitas cold storage RS Bhayangkara yang disiapkan berupa kontainer pendingin berkapasitas 100 jenazah.
“Data antemortem awal yang terkumpul ada 63. Beberapa sudah ditemukan, sekarang tersisa 58. Mudah-mudahan korbannya tidak banyak, kita sama-sama berdoa,” ucap Kusnan.
Hingga Jumat siang, terdapat empat jenazah korban tragedi Ponpes Al Khoziny yang berada di RS Bhayangkara HS Samsoeri Mertojoso Surabaya. Jenazah-jenazah tersebut datang bergantian.
Saat tiba, jenazah-jenazah itu lebih dulu dibawa masuk ke Gedung Kompartemen Dokpol RS Bhayangkara Surabaya. Beberapa saat kemudian jenazah dipindah ke cold storage yang berjarak beberapa meter dari gedung tersebut menggunakan mobil ambulans.
Saat ini proses identifikasi masih berlangsung dengan pencocokan data antemortem keluarga inti para korban.