Polda Jatim Minta Warga Tak Rusak TKP Ponpes Al Khoziny Ambruk di Sidoarjo
- VIVA Jatim/Mokhamad Dofir
Sidoarjo, VIVA Jatim – Proses evakuasi dan identifikasi korban ambruknya Musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, terus berlangsung. Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Polisi M Khusnan menegaskan pentingnya menjaga disiplin di Tempat Kejadian Perkara (TKP) agar proses identifikasi jenazah berjalan cepat dan akurat.
Ia menekankan, TKP tidak boleh sembarangan dimasuki atau disentuh pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Setiap barang maupun jenazah di lokasi harus tetap berada pada posisinya hingga tim forensik melakukan prosedur sesuai standar internasional DVI (Disaster Victim Identification).
"Artinya kasih kesempatan kami, ini korban yang sudah meninggal bukan korban hidup ya, itu jangan sampai di sana ada teman-teman kita yang nanti ada barang apa disingkirkan, dipisahkan dari tempatnya," tegas Khusnan, pada Jumat, 3 Oktober 2025.
Menurut Khusnan, setiap jenazah maupun barang di sekitar lokasi akan difoto, diberi label dan dimasukkan ke dalam kantong khusus. Hal itu merupakan fase awal identifikasi yang tidak boleh terganggu.
Oleh sebab itu pihaknya mengingatkan masyarakat supaya tidak berkerumun atau masuk ke area reruntuhan. Karena jebiasaan warga mendekati lokasi bencana justru berpotensi merusak TKP.
"Kalau nanti teman-teman tidak siarkan gerutukan ke sana kan rusak itu orang TKP. Kan banyak itu, kalau di Indonesia itu luar biasa. Sosialisnya luar biasa, sosialis semuanya," ujarnya.
Khusnan menegaskan hanya pihak berwenang yang boleh masuk ke area TKP. Aturan garis polisi sudah dipasang untuk membatasi akses dan menjaga keutuhan bukti.
"Artinya kalau yang tidak berkepentingan tidak boleh masuk di area itu. Ya harus begitu, oleh sebab itu ada polis lain kan, aturannya kan," jelasnya.
Dalam tragedi ambruknya musala Ponpes Al Khoziny ini, puluhan santri menjadi korban. Proses identifikasi korban di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya kini masih terus dilakukan oleh tim DVI Polri dibantu dokter forensik serta tenaga ahli dari berbagai instansi.
Sampai Jumat pukul 13.56 WIB, tercatat sembilan korban meninggal ambruknya Ponpes Al Khoziny. Lima korban meninggal sudah diserahkan kepada keluarga, sementara empat jenazah menjalani proses identifikasi di RS Bhayangkara Surabaya.