Menkeu Purbaya Bilang 2026 Tak Ada Kenaikan Tarif Cukai, Pengusaha Apresiasi
- Istimewa
Kediri, VIVA Jatim – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengeluarkan kebijakan yang menuai polemik: tak akan menaikkan tarif cukai rokok tahun 2026. Tapi bagi sebagian pengusaha, kebijakan tersebut justru diapresiasi. Keputusan itu harus diikuti semua pihak.
Salah satu yang mengacungkan jempol atas kebijakan tersebut ialah pengusaha muda Jawa Timur, Mochamad Nur Hidayat. "Salut kepada Menkeu RI Purbaya, mudah-mudahan seluruh pihak mengikuti gerakan ini," kata Anung, sapaan akrab Mochamad Nur Hidayat, Jumat, 3 Oktober 2025.
Menurut Anung, langkah tersebut berpeluang besar pada pertumbuhan ekonomi. Kata dia, langkah pemerintah tidak menaikkan tarif cukai rokok tahun 2026, bukan hanya memberi strategi mitigasi yang berdampak pada industri, namun juga ke masyarakat dan pemerintah daerah.
Soal rokok ilegal, Anung berpendapat bahwa untuk menggempur rokok ilegal tidak cukup dengan membakar rokok palsu itu. Tapi harus menyentuh ke pabrik rokoknya.
"Mereka biasa mempermainkan cukai, alhasil kalau salah hanya pidana denda," ujarnya.
Soal tarif cukai rokok tak akan dinaikkan pada tahun 2026 ditegaskan Purbaya saat menghadiri pemusnahan barang bukti rokok ilegal sebanyak 235,4 juta dengan nilai kerugian negara Rp210 miliar di Gedung Keuangan Negara (GKN) beberapa waktu lalu.
Di Jatim, Purbaya juga berdialog dengan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dipimpin langsung Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Forum ini juga dihadiri tokoh masyarakat, pelaku usaha, hingga pemuka agama.
Purbaya menegaskan, meski tarif cukai rokok tahun depan tidak mengalami kenaikan, penerimaan negara tetap diyakini akan meningkat.
"Ini kan ada yang bayar pajak, ada yang tidak. Jadi yang pertama, cukai tidak naik. Tapi saya jamin, pendapatan pemerintah tetap meningkat," ujar Purbaya.
Lebih lanjut, ia memastikan pemerintah tidak berniat melemahkan industri hasil tembakau (IHT). "Justru ingin menciptakan arena yang lebih adil bagi semua pihak," ulasnya.