Tiga Keluarga Korban Ambruknya Mushola Ponpes Al Khoziny Dapat Trauma Healing dari Dinsos Jatim

Suasana Posko Ambruk Mushola Ponpes Al Khoziny.
Sumber :
  • Mokhamad Dofir

Surabaya, VIVA Jatim-Sehari pasca dibukanya layanan trauma healing oleh Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Timur di lingkungan Post Mortem Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, tercatat sudah ada tiga keluarga korban tragedi ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny yang mendapat pendampingan dari petugas Jatim Social Care.

img_title Cerianya Anak Pengungsi Semeru Dapat Trauma Healing dari Polda Jatim

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani menjelaskan, pendampingan dilakukan secara langsung dengan menyapa keluarga korban yang menunjukkan tanda-tanda kesedihan mendalam.

"Banyaknya kita yang menjangkau. Mereka tidak mendatangi kita karena memang saya rasa di sinilah ketajaman intuisi kita. Ketika ada yang mulai tidak fokus, atau bersandar sama keluarganya, itu kita sapa, kita beri sedikit refleksi," ujarnya, Sabtu, 4 Oktober 2025.

img_title Bupati Sidoarjo Serahkan Donasi Rp2,3 Milyar ke Pesantren Al-Khoziny

Ia menegaskan, tiga keluarga korban yang mendapat trauma healing tidak menunjukkan gejala ekstrem sehingga terapi hanya berupa motivasi dan penguatan psikologi. Mereka tidak sampai menggunakan obat-obatan apalagi dirujuk ke rumah sakit jiwa.

“Yang tiga ini sudah bisa ikhlas. Hanya motivasi, tidak perlu obat-obatan. Tetapi nanti ketika bertemu langsung dengan jenazah, itu bisa menjadi tahap berikutnya,” imbuhnya.

img_title Pemkot dan ITS Audit Struktur Bangunan 1.100 Ponpes di Surabaya

Restu menambahkan, layanan trauma healing di posko tersebut melibatkan pekerja sosial, relawan Jatim Social Care, serta kerja sama dengan Rumah Sakit Menur yang memiliki tenaga psikolog klinis. Bahkan, pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan komunitas terapis untuk membantu menurunkan tingkat stres keluarga korban supaya bisa bertahan di tengah badai duka.

Selain memberikan motivasi, tim Dinsos Jatim juga memastikan kebutuhan dasar keluarga korban terpenuhi.

“Asupan juga penting. Ada minuman hangat, makanan ringan, karena ada yang tidak bisa makan nasi akibat terlalu sedih,” tutupnya.