Post Mortem 26 Jenazah Korban Ponpes Al Khoziny Ambruk Telah Rampung
Surabaya, VIVA Jatim-Hingga Minggu, 5 Oktober 2025 siang, Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya telah menerima 32 kantong jenazah, 30 jasad utuh dan dua potongan tubuh korban ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Timur Komisaris Besar Polisi M Khusnan mengatakan, dari puluhan jenazah yang diterima itu, 26 di antaranya telah selesai menjalani pemeriksaan post mortem.
"Sejak tadi pagi ini, masih ada enam jenazah yang sedang dalam proses identifikasi. Jadi dari 32 [kantong jenazah], dikurangi enam [jenazah] yang masih dikerjakan. Sisanya sudah selesai diambil data post mortem-nya," kata Khusnan kepada wartawan.
Ia menegaskan, dokter forensik maupun para tim pendukung telah bekerja keras selama 24 jam nonstop untuk mengidentifikasi jenazah korban supaya identitas segera terungkap. Termasuk pengambilan sampel DNA, yang dikatakannya, juga sudah siap dikirim ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Republik Indonesia (Pusdokkes Polri).
"Kemarin [Sabtu, 4 Oktober 2025] sudah dikirim sembilan sampel [DNA]. Pagi ini, semua sampel diambil lagi dan akan dikirim siang ini melalui penerbangan ke Jakarta, karena di [Pusdokkes Polri] sana sudah ada tim yang menunggu," lanjutnya.
Khusnan menyebut, pengambilan sampel DNA tak hanya pada jenazah korban, melainkan juga diambil dari potongan tubuh yang ditemukan tim penyelamat.
Hal ini penting dilakukan sebagai uji pembanding. Karena jika ditemukan kesesuaian hasil DNA pada kedua potongan tubuh korban tersebut, maka bisa disatukan.
"Misalnya, ada dua atau tiga body part dengan hasil DNA yang sama. Berarti itu milik satu orang. Untuk saat ini, penghitungan masih berdasarkan body part. Jadi total yang kita terima sebanyak 32 kantong jenazah," tutupnya.