Terbelit Masalah Hukum, 2 Kader PDIP Undur dari Kursi Anggota DPRD Jatim

Konpres PDIP Jatim di Sursbaya.
Sumber :
  • A Toriq A/Viva Jatim

Surabaya, VIVA Jatim – Dua kader PDIP Jawa Timur, Hasanuddin dan Agus Black Hoe Budianta, mengundurkan diri dari posisinya sebagai anggota DPRD Jatim. Dua politikus itu meletakkan kursi legislator karena terbelit masalah hukum.

img_title DPRD Jatim Dorong Perda P4GN Antisipasi Modus Baru Peredaran Narkoba

Hasanuddin kini ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dana hibah. Sementara Agus Black Hoe tersandung dugaan penyalahgunaan narkotika yang diusut Polres Ngawi.

"Hasan tersangkut kasus di KPK, beliau sejak lama sudah mendapat status tersangka saat itu, maka dia sportif, membuat surat pengunduran diri,” kata Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP Jatim, Budi Sulistyono, Senin, 6 Oktober 2025.

img_title Predikat WTP tak Cukup Jadi Ukuran Keberhasilan APBD Jatim

Kanang, sapaan akrabnya, menjelaskan, kedua kader tersebut mengundurkan diri secara sukarela untuk fokus menghadapi masalah pribadi yang mereka alami.

Hasanuddin menyerahkan surat pengunduran diri pada 26 Juli 2024, sementara Agus Black Hoe pada 5 Oktober 2025.

img_title Manufacturing Surabaya 2026 Dibuka, Perkuat Industri di Timur Indonesia

“Kemarin Agus Black hadir ke sini, merasa tidak nyaman pada kegaduhan. Bukan hanya pribadinya tapi juga merembet ke keluarganya, termasuk partai juga merasa tidak ada kepastian,” ujar Kanang.

PDIP Jatim kini tengah menyiapkan proses pergantian antar waktu (PAW) untuk dua kursi yang ditinggalkan Hasan dan Agus Black Hoe. Namun, Kanang menegaskan bahwa penentuan nama pengganti masih dalam pembahasan internal dan belum tentu berdasarkan suara terbanyak.

“Prosesnya, nanti setelah surat pengunduran diri kita luncurkan. Setelah disetujui DPP dari ketua umum untuk memerintahkan kita mencari PAW, nanti kita rapatkan," tandas Kanang.

"Sesuai Undang-Undang, suara tertinggi berikutnya yang akan menggantikan akan kita teliti semua, belum tentu suara terbanyak berikutnya yang akan menjadi PAW. Kita akan menilai,” imbuhnya.

Kanang menambahkan, langkah tegas ini menjadi bukti bahwa PDIP tetap konsisten menjaga integritas dan disiplin partai.

“Mundur adalah suatu jawaban supaya mereka nyaman, dan partai akan kembali semula on track dengan awak dan penumpang yang bersih,” pungkasnya.