Menteri PU akan Benahi Bangunan Seluruh Ponpes Usai Tragedi Al Khoziny Sidoarjo

Menteri PU Dodi Hanggono di Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo.
Sumber :
  • Ahaddiini HM/VIVA Jatim

Sidoarjo, VIVA Jatim – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dodi Hanggodo menyatakan pihaknya akan melakukan pembenahan bangunan seluruh pondok pesantren (ponpes) di Tanah Air, setelah terjadi tragedi Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, yang memakan korban jiwa puluhan orang.

img_title Antusias Ratusan Pengasuh Pondok Ikuti Workshop Kepesantrenan di Pesantrennya Kiai Imjaz

"Kami juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri melakukan pembenahan ponpes di seluruh tanah air. Harapan kami agar peristiwa di Ponpes Al Khoziny tidak terulang lagi," kata Dodi di Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, pada Senin kemarin.

Di Al Khoziny, Dodi bertemu dengan pengasuh pesantren KHR Abdus Salam Mujib dan melihat langsung proses evakuasi. Bersamanya turut mendampingi Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syafii, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dan Kapolresta Sidoarjo Kombes Christian Tobing.

img_title Polres Jombang Bersiap-siap Jelang Muktamar NU Ke-35 di PP Tambakberas

Menteri Dodi menuturkan, sementara ini semuanya fokus pada evakuasi seluruh korban. "Posisi semua berduka, jadi kita fokus ke rescue-nya dulu. Kalau semua sudah dinyatakan selesai atau finish oleh Basarnas, baru kita bicara ke depan seperti apa," terang Dodi.

Ia melanjutkan, langkah pemerintah pusat sudah terkoordinasi dengan baik, sejak hari pertama musibah terjadi. Sementara hadirnya Kepala Basarnas di lokasi merupakan bentuk perhatian langsung dari Presiden RI.

img_title Muktamar NU Ke-35 Digelar di Tambakberas Jombang 27-31 Agustua

"Dengan kepala Basarnas hadir itu sudah perintah dari Presiden. Jadi jangan dianggap Presiden tidak perhatian. Dari hari pertama sudah ditugaskan menghadirkan kepala Basarnas di sini," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafii mengatakan, proses evakuasi dilakukan sampai semua korban sudah terevakuasi. Bahkan, setelah itu penanganan musibah tersebut tetap dilaksanakan di bawah koordinasi BNPB.

Syafii mengingatkan agar tidak ada pihak yang mempermasalahkan soal body part yang ditemukan di lokasi.

"Basarnas tidak pernah mempermasalahkan jumlah korban, melainkan hanya melaporkan setiap manusia yang terevakuasi dari reruntuhan bangunan. Yang kita data adalah setiap korban yang berhasil dievakuasi, baik utuh maupun berupa bagian tubuh."

Hingga operasi SAR hari ke delapan pada Senin kemarin, total korban meninggal dunia dalam tragedi Ponpes Al Khoziny sebanyak 66 orang.

Halaman Selanjutnya
img_title