Trenggalek Jajaki Kerja Sama dengan UB di Bidang Pembangunan Berbasis Alam dan Sejarah
- Instagram @avinml
Trenggalek, VIVA Jatim – Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof Widodo bersama tim berkunjung ke perkebunan dan pabrik kopi Van Dilem di Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. Di sana, Widodo ditemani oleh Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin.
Keduanya membincangkan potensi yang di miliki Kabupaten Trenggalek. Hingga kemudian mengerucut ke beberapa hal yang akan ditindaklanjuti serius dengan jalinan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Trenggalek dengan UB.
"Yang jelas tadi, satu, UB dan Trenggalek fokus pada pembangunan yang berbasis alam. Lalu, kerja sama pembangunan yang berbasis sejarah dan tentu pendidikan," ujar Mas Ipin dalam keterangan diterima VIVA Jatim, Rabu, 8 Oktober 2025.
Mas Ipin menerangkan bahwa Pemkab Trenggalek pernah bekerja sama dengan UB di sektor Atsiri. Menurutnya, Rektor UB lebih jauh juga melihat secara keseluruhan dalam spektrum makro aglomerasi tunggal rogo mandiri atau selingkar Wilis yang menjadi letak potensi Trenggalek.
Mas Ipin mengungkapkan obrolan dirinya dengan Widodo, di antaranya soal lokasi pabrik kopi Van Dilem yang dibangun orang Belanda dulu. Kesimpulannya, lokasi itulah yang menambah nilai pabrik tersebut saat ini.
"Makanya kalau tadi saya bicara, tadi sudah banyak ide-ide liar yang kita cetuskan. Saya tidak bisa ngomong sekarang," ujar Mas Ipin.
Bupati yang hobi trail dan sepakbola ini mengaku, selain kerja sama pembangunan berkelanjutan, juga ada pengabdian masyarakat. Sehingga kehadiran pendidikan bisa diwujudkan dalam bentuk apa pun, alhasil bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Mas Ipin juga membahas soal fakultas apa yang cocok untuk pengembangan di Bumi Menak Sopal, julukan Trenggalek. Kata dia, Rektor UB sudah mulai memikirkan dan akan membahas itu lebih lanjut.
Sementara itu, Prof Widodo menyampaikan bahwa kunjungannya kali ini untuk pengembangan kerja sama yang sudah terjalin baik antara UB dengan Kabupaten Trenggalek. Pabrik kopi Van Dilem, ia mengaku ingin tahu secara langsung pengolahan kopi yang menggunakan konsep sustainablelity sehingga lingkungan tidak rusak, tapi ada produktivity.
"Yang ini bagian penting saya kira untuk pengembangan pendidikan di Indonesia. Pendidikan kita harus menyentuh pada aspek keberlanjutan, bahwa semua teknologi pengembangan ekonomi itu tidak boleh merusak lingkungan,” pesan Widodo.