Hujan Es dan Angin Kencang di Mojokerto, Rumah Rusak dan Resepsi Nikah Amburadul
- M Lutfi Hermansyah/Viva Jatim
Mojokerto, VIVA Jatim – Hujan es dan angin kencang melanda wilayah Mojokerto pada Rabu, 8 Oktober 2025. Akibatnya, banyak rumah dan kendaraan rusak diterjang angin atau tertimpa pohon tumbang dan reruntuhan material rumah. Warga yang tengah menggelar hajat pernikahan juga terdampak karena tenda pernikahan ambruk.
Salah satu pohon tumbang menimpa mobil Suzuki Ertiga di Jalan Raya Dusun Lespadangan, Desa Terusan, Gedeg, Mojokerto, tepatnya di depan Taman Brantas Indah (TBI). Menurut warga setempat, hujan disertai angin mulai turun sekitar pukul 14.30 WIB.
Mobil tersebut mulanya melaju dari arah timur ke barat. Sesampai di lokasi kejadian, tiba-tiba pohon berukuran besar di tepi jalan tumbang akibat diterjang angin kencang dan menimpa mobil nahas itu. Beruntung, tidak ada korba jiwa dalam insiden tersebut.
“Tidak sampai rusak mobilnya dan masih bisa dipakai. Kalau dua mobil di belakangnya tidak kena,” katanya.
Kendaraan rusak akibat angin kencang di Mojokerto.
- M Lutfi Hermansyah/Viva Jatim
Di Desa Terusan juga dilaporkan ada tenda acara pernikahan yang dipasang untuk menampung tamu undangan ambruk akibat terjangan angin. Dari rekaman video amatir yang diterima, nampak meja dan kursi berantakan. Dekorasi juga rusak imbas robohnya tenda tersebut. Acara resepsi pernikahan itu belum rampung saat tenda roboh.
Bagus (27) selaku mempelai pria mengaku pasrah atas kejadian tersebut. “Tadi waktu hujan angin, tamu-tamu sudah masuk rumah. Jadi tenda sudah kosong,” katanya.
Hujan es disertai angin kencang di wilayah Mojokerto juga mengkibatkan puluhan rumah rusak. Pantauan VIVA Jatim di Dusun Sukorame, Desa Penompo, Jetis, lebih dari 20 atap rumah warga mengalami kerusakan akibat terpaan angin.
Salah satunya rumah milik Musokikah (54). Atap ruang tamu kamar tidur dan ruang tengah rumahnya ambruk total. Material bangunan berserakan menimpa perabotan di bawahnya. Sehingga televisi, kulkas, mesin cuci, hingga tempat tidurnya rusak.
Menurut Musokikah, hujan deras disertai es dan angin kencang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, hanya ada suaminya sedang tidur di sofa ruang tamu rumah. Nahas, sang suami tertimpa reruntuhan atap rumah yang ambruk.
"Suami luka memar di kaki kiri. Ketika saya pulang kerja, suami sudah di depan rumah," jelasnya.