Potret Kerusakan akibat Dahsyatnya Cuaca Buruk di Mojokerto dan Lamongan
- M Lutfi Hermansyah/Viva Jatim
Mojokerto, VIVA Jatim – Cuaca buruk pada Rabu, 8 Oktober 2025, ternyata tak hanya melanda wilayah Mojokerto. Tapi juga menerjang beberapa kecamatan di Kabupaten Lamongan. Akibatnya, banyak pohon bertumbangan dan beberapa bangunan fasilitas umum dan milik warga rusak.
Di Kecamatan Tikung, misalnya, hujan deras disertai angin kencang menyebabkan kantor kecamatan copot dan berjatuhan. Sementara di beberapa ruas jalan aksesnya tertutup batang pohon yang tumbang karena terjangan puting beliung.
Dari data sementara, ada tiga kecamatan di Lamongan yang terdampak angin puting beliung tersebut, yakni Kecamatan Tikung, Mantup dan Kecamatan Sukodadi.
Atap kantor kecamatan di Lamongan jebol diterjang angin kencang.
- Imron Saputra/Viva Jatim
Kepala Desa Bakalanpule Sukisno mengatakan, angin puting beliung itu terjadi kurang lebih 20 menit. Angin kencang itu menyebabkan bangunan rumah dan kantor kecamatan rusak.
"Jalan raya Mantup-Tikung juga mengalami kemacetan panjang akibat pohon tumbangnya dan menutup badan jalan," katanya.
Akses jalan berhasil dibuka setelah petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan bersama warga mengevakuasi pohon yang tumbang ke jalan dengan cara melakukan pemotongan.
Kerusakan lebih parah terjadi di Kabupaten dan Kota Mojokerto yang dilanda angin kencang disertai hujan es. Beberapa pohon tumbang bahkan menimpa kendaraan yang melintas. Di antaranya menimpa mobil Suzuki Ertiga di Jalan Raya Dusun Lespadangan, Desa Terusan, Gedeg, Mojokerto, tepatnya di depan Taman Brantas Indah (TBI).
Di Desa Terusan juga dilaporkan ada tenda acara pernikahan yang dipasang untuk menampung tamu undangan ambruk akibat terjangan angin. Dari rekaman video amatir yang diterima, nampak meja dan kursi berantakan. Dekorasi juga rusak imbas robohnya tenda tersebut. alhasil, acara resepsi pernikahan itu pun amburadul.
Kendaraan rusak akibat angin kencang di Mojokerto.
- M Lutfi Hermansyah/Viva Jatim
Bagus (27) selaku mempelai pria mengaku pasrah atas kejadian tersebut. “Tadi waktu hujan angin, tamu-tamu sudah masuk rumah. Jadi tenda sudah kosong,” katanya.
Di Dusun Sukorame, Desa Penompo, Jetis, lebih dari 20 atap rumah warga mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang. Salah satunya rumah milik Musokikah (54). Atap ruang tamu kamar tidur dan ruang tengah rumahnya ambruk total. Material bangunan berserakan menimpa perabotan di bawahnya. Sehingga televisi, kulkas, mesin cuci, hingga tempat tidurnya rusak.