Baznas Jatim Target Kumpulkan Zakat-Infaq Rp60 Miliar hingga Akhir 2025
- A Toriq A/Viva Jatim
Surabaya, VIVA Jatim – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur (Jatim) memasang target untuk mengumpulkan zakat dan infaq sebesar Rp60 miliar pada tahun 2025 ini. Target tersebut juga akan dibarengi perbaikan optimal pada tata kelola zakat dan infaq yang dikumpulkan agar manfaatnya betul-betul dirasakan para penerima.
Hal itu disampaikan Ketua Baznas Jatim KH Ali Maschan Moesa usai membuka Rapar Koordinasi Daerah (Rakorda) Baznas se Jatim 2025 di Surabaya, Rabu, 8 Oktober 2025. Dihadiri perwakilan Baznas kabupaten/kota se Jatim, Rakorda memilih tema Menguatkan Baznas dengan Mendukung Asta Cita.
Ali Maschan mengatakan, hingga Oktober ini, zakat dan infaq yang dikumpulkan sepanjang tahun 2025 sebesar Rp48 miliar. “Targetnya Rp60 miliar. Kami optimis bisa tercapai,” katanya dikutip VIVA Jatim pada Kamis, 9 Oktober 2025.
Ali optimis target tersebut tercapai karena mendapatkan dukungan penuh dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan pemerintah daerah di kabupaten/kota.
“Kami juga melihat kinerja Baznas di beberapa kabupaten/kota masih bervariasi, tergantung pada komitmen kepala daerahnya. Di sinilah suka dukanya Baznas, karena meski bersifat struktural, kami tetap harus berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah,” tuturnya.
Rakorda Baznas se Jatim berlangsung selama dua hari, dari tanggal 8 sampai 10 Oktober. Ali menuturkan, rakordsa menjadi ajang strategis untuk memperkuat tata kelola zakat dan meningkatkan sinergi antara Baznas provinsi dengan Baznas kabupaten/kota di seluruh Jatim.
Inti dari rakorda ialah untuk memperkuat kualitas pengelolaan zakat di daerah. “Intinya, harus ada peningkatan kualitas. Baik dalam hal pengumpulan, distribusi, pelaporan, transparansi keuangan, maupun digitalisasi,” ujar Ali.
Ia menjelaskan, Baznas Jatim terus memperkuat sistem berbasis digital agar data zakat, infak, dan sedekah dapat terintegrasi dengan baik. “Semua data kami merupakan data provinsi. Karena kami lembaga pemerintah non-struktural. Kami terus bersinergi dengan pemerintah daerah,” tandasnya.
Sementara itu, Wagub Jatim Emil Dardak menyebut Rakorda Baznas menjadi momentum penting untuk memperkuat peran zakat dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Ini momen luar biasa karena Baznas menghimpun zakat dan infak dari masyarakat Jawa Timur. Kita telah menyaksikan bagaimana proses penghimpunan dan penyalurannya dikelola dengan pelayanan terbaik dan ikhtiar terbaik untuk umat,” ujar Emil.