Ketua Komisi D DPRD Jatim: Reaktivasi Rel Kereta Api Madura Perlu Kajian Mendalam

Ketua Komisi D DPRD Jatim Abdul Halim.
Sumber :
  • A Toriq A/Viva Jatim

Surabaya, VIVA Jatim – Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, Abdul Halim, mengigatkan agar kajian ulang dan mendalam dilakukan pada rencana reaktivasi rel kereta api di Pulau Madura. sebab, gagasan menghidupkan kembali rel peninggalan masa kolonial di Madura memang tampak menarik di atas kertas. Tapi di lapangan, ceritanya bisa jauh lebih rumit. 

img_title Predikat WTP tak Cukup Jadi Ukuran Keberhasilan APBD Jatim

Hal itu dikarenakan Madura memiliki karakter sosial dan tata ruang yang berbeda dari daerah lain di Jatim. Karena itu, menurut Halim, kebijakan reaktivasi tidak bisa diterapkan secara seragam.

"Sebenarnya Madura juga termasuk dalam rencana itu. Tapi saya sampaikan kepada Pak Kadis Perhubungan, kalau untuk Madura perlu kajian yang lebih mendalam. Kondisi sosial di sana berbeda dengan daerah lain,” ujar Halim dikutip VIVA Jatim pada Jumat, 10 Oktober 2025.

img_title Gojek Hadirkan Layanan GoCar di RSUD dr Soetomo Surabaya

Dia menuturkan, sebagian besar lahan yang dulunya menjadi lintasan rel sudah berubah menjadi permukiman dan kawasan usaha. Jika proyek reaktivasi dipaksakan, justru bisa menimbulkan persoalan sosial baru.

“Banyak lintasan lama yang sekarang sudah menjadi rumah warga dan area produktif lain. Kalau dipaksakan, dampak sosialnya harus diperhitungkan matang,” tegasnya.

img_title Manufacturing Surabaya 2026 Dibuka, Perkuat Industri di Timur Indonesia

Halim juga mengingatkan bahwa kebutuhan utama masyarakat Madura saat ini bukan pada transportasi berbasis rel, melainkan peningkatan kualitas jalan nasional, Madura, kata dia, membutuhkan konektivitas yang kuat antarwilayah melalui jalur darat yang memadai.

"Kalau jalan nasional di Madura diperlebar dan diperbagus, itu akan jadi solusi kemacetan. Bahkan, ke depan sebaiknya dipikirkan tol dari Bangkalan ke Sumenep,” jelasnya.

Di banyak titik jalur utama Madura, dari Tanah Merah hingga Sumenep, pasar tumpah sering kali menyebabkan kemacetan panjang. Halim menyebut bahwa permasalahan klasik seperti itu harus menjadi perhatian utama dalam perencanaan transportasi di Madura.

“Banyak pasar tumpah di sepanjang jalur utama. Jadi, reaktivasi kereta belum tentu menjawab kebutuhan masyarakat Madura saat ini,” kata Halim.

Lebih dari itu, Komisi D DPRD Jatim bersama Dinas Perhubungan juga tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Transportasi Publik Terintegrasi, yang akan menjadi payung hukum bagi berbagai proyek transportasi di Jawa Timur, termasuk Trans Jatim.

Halaman Selanjutnya
img_title