Firasat Dua Santri Korban Meninggal sebelum Tragedi Ponpes Al Khoziny: Ingin Pulang

Jenazah Muhammad Abdul Rahman Nafis di Sedati, Sidoarjo.
Sumber :
  • Ahaddiini HM/VIVA Jatim

Sidoarjo, VIVA Jatim – Satu demi satu jenazah santri korban bangunan musala Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Polda Jatim. Dua di antaranya ialah jenazah Muhammad Adam Fidiansyah (12), warga Sukodono, Sidoarjo, dan Muhammad Abdul Rahman Nafis (15), warga Sedati, Sidoarjo.

img_title Bom Udara Aktif Ukuran 1,5 Meter Ditemukan di Sungai Jalan Manggar Blitar

Baik jenazah Adam maupun Nafis sudah dimakamkan masing-masing keluarga di desa mereka tinggal pada Kamis, 9 Oktober 2025, malam. Suasana duka terasa sama saat prosesi pemakaman keduanya. Diwarnai isak tangi keluarga, kerabat, dan tetangga.

Adam merupakan anak sulung pasangan Widi Hidayat dan Wahyu Alfi Septian. Di Ponpes Al Khoziny Buduran, Adam adalah teman dekat Syehlendra Haical (Haikal), santri cilik korban selamat yang videonya saat berkomunikasi dengan tim SAR dari balik reruntuhan bangunan viral di media sosial.

img_title Polisi Buka Sayembara Tangkap Pembunuh Sekretaris DPRKP Bangkalan Tapi Dibantah Polda Jatim

Kakek Adam, Mahmudi, mengatakan bahwa cucunya belum lama mondok di Al Khoziny. Baru beberapa bulan. Adam baru lulus SD dan melanjutkan ke SMP di Ponpes Al Khoziny. Beberapa hari sebelum kejadian, Adam sakit dan terpaksa dibawa pulang untuk dirawat.

Setelah sembuh, Adam lalu dikembalikan orang tuanya ke pondok untuk melanjutkan masa belajarnya. “Sebenarnya [Adam] enggak mau kembali ke pondok. Anak itu sudah kerasa mau minta pulang, sedangkan orang tua mau anaknya pinter, jadinya dikembalikan ke pondok,” kata cerita Mahmudi kepada VIVA Jatim, Jumat 10 Oktober 2025.

img_title Diserahkan ke Lanudal Juanda, Taman Pintar Juanda JAPFA Diharapkan Jadi Ruang Edukasi

Dia mengenang cucunya sebagai anak yang baik dan tidak pernah menyusahkan orang. Nyantri di Ponpes Al Khoziny adalah kemauan Adam sendiri. “Minta mondok juga keinginannya sendiri, katanya mau di Al-Khoziny," papar Mahmudi.

Sementara Nafis, jenazahnya disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka sebelum dimakamkan. Ibu korban terlihat histeris saat turun dari ambulans yang mengiringi jenazah anaknya yang dibawa dari RS Bhayangkara Surabaya. Kerabat dan tetangga juga tak kuasa menahan air mata. 

Nafis adalah anak dari tiga bersaudara. Bibi Nafis, Arumi, menyampaikan pihak keluarga tidak menyangka akan ditinggalkan korban begitu cepat. "Waktu itu kami dapat kabar dari grup pondok ada kejadian itu, kami mikir dia selamat, gak sangka seperti ini,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title