Dikira Kena Peluru Nyasar, Nenek di Mojokerto Ternyata Ditembak Mantan Menantu

Tersangka (baju tahanan) penembak mantan mertua di Polres Mojokerto.
Sumber :
  • M Lutfi Hermansyah/Viva Jatim

Mojokerto, VIVA Jatim – Ajib (44) ditangkap aparat Satreskrim Polres Mojokerto setelah disangka menembak mantan mertuanya sendiri, Kayi (93), dengan senapan angin. Sebelum terungkap, korban dikira terkena peluru nyasar.

img_title Pengakuan Maling Dapur SPPG di Mojokerto, Barang Curian Dijual Murah

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Fauzy Pratama mengatakan, pengungkapan kasus itu bermula dari adanya informasi terkait adanya korban penembakan salah sasaran di Dusun Muteran, Desa Wonodadi, Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Rabu, 8 Oktober 2025.

Tim Satreskrim lalu mendatangi lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan. Setelah dilakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi, ditemukan petunjuk bahwa korban bukan terkena peluru nyasar, tapi akibat percobaan pembunuhan.

img_title Maling Kuras Isi Dapur SPPG di Mojokerto Ternyata Spesialis Bobol Sekolah dan Perkantoran

Petunjuk dan alat bukti yang dikumpulkan mengarah pada Ajib sebagai pelakunya. Tim Resmob Satreskrim Polres Mojokerto pun mengamankan pelaku pada Kamis, 9 Oktober 2025, malam. Dia ditangkap di Jalan Raya Sekarputih. Karena berusaha kabur, kakinya ditembak.

"Yang bersangkutan mengakui perbuatannya (menembak Kayi),” kata Fauzy di Polres Mojokerto, Jumat, 10 Oktober 2025.

img_title Maling Kuras Isi Dapur SPPG di Mojokerto, Distribusi MBG Terhenti

Dia menjelaskan, tersangka adalah mantan menantu korban. Sebelum beraksi, tersangka membeli senapan angin Merk Benjamin Franklin dengan kaliber 4,5 mm seharga Rp170 ribu pada Rabu, 1 Oktober 2025 sekitar pukul 01.00 WIB. Sedangkan pelurunya senilai Rp5 ribu.

Tersangka kemudian bersembunyi di area persawahan di Dusun/Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Selama 3 hari tersangka mengamati situasi dan menyanggong korban. Sambil menenteng senapan anging, tersangka lalu mendatangi rumah korban pada Jumat, 3 Oktober 2025, sekitar pukul 19.00 WIB.

Di dekat rumah korban, tersangka bersembunyi di balik pohon pisang sembari menyanggong. "Sekitar pukul 20.30 WIB, pelaku melihat korban pulang dari rumah tetangga. Di depan rumah korban, pelaku langsung menembakkan senjata senapan angin tersebut dari jarak sekitar 12 meter,” ungkap Fauzy.

Tersangka melepaskan satu kali tembakan mengarah ke arah bagian dada kanan korban. Karena sudah lansia dan penglihatannya berkurang, korban tak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan siapa pelaku penembakkan terhadap dirinya.

Saat warga tahu, warga malah mengira korban terkena peluru nyasar. Polisi baru menerima informasi itu pada Rabu, 8 Oktober. “Sehingga pada saat itu muncul pemberitaan bahwa adanya korban penembakan salah sasaran,” ujar Fauzy.

Halaman Selanjutnya
img_title