Mensos Kunjungi RS Bhayangkara Surabaya Pastikan Kebutuhan Korban Ponpes Ambruk Terpenuhi

Mensos Syaifullah Yusuf (baju putih)
Sumber :
  • Mokhamad Dofir

Surabaya, VIVA Jatim – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengunjungi RS Bhayangkara Surabaya guna memastikan kebutuhan korban ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo sudah terpenuhi.

img_title Lokasi Muktamar NU Ke-35 akan Dibahas di Munas Alim Ulama-Konbes di Kediri

Kebutuhan yang dimaksud Gus Ipul berupa pendampingan, perlindungan sosial, serta bantuan kesehatan dan pendidikan dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Sosial.

“Tentu kami pemerintah [pusat] akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memberikan pendampingan, memberikan hal-hal yang dibutuhkan oleh keluarga korban, atau mereka yang luka-luka,” ujar Gus Ipul, Jumat, 10 Oktober 2025.

img_title Bursa Calon Lokasi Muktamar NU Ke-35

Ia menjelaskan seluruh korban baik yang mengalami luka ringan maupun luka berat, serta keluarga korban meninggal, akan mendapat dukungan sesuai kebutuhan masing-masing.

“Semuanya masih dalam proses asesmen. Hasil asesmen itu nanti akan kita tindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret, mulai dari perlindungan, jaminan kesehatan, kemudian pemulihan korban maupun keluarganya,” ujarnya.

img_title Puluhan Korban Pelecehan Seksual di Pati Butuh Pemulihan, Bagaimana Sikap Pemerintah?

Dia menjelaskan jumlah korban meninggal dunia akibat ambruknya bangunan tiga lantai Ponpes Al Khoziny mencapai 63 orang. 

Dari jumlah tersebut, 12 korban masih dalam proses identifikasi. Selain itu, terdapat 74 korban luka ringan dan 24 korban luka berat.

Gus Ipul menambahkan pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada para santri yang menjadi penyandang disabilitas akibat peristiwa tersebut, termasuk memastikan hak pendidikan mereka tetap terpenuhi.

“Makanya besok saya dengan Komisi Disabilitas Nasional akan mendengarkan dan sekaligus memberikan saran kepada santri-santri yang sekarang mungkin karena kakinya diamputasi, tangannya diamputasi,” tuturnya.

Pemerintah bersama pihak swasta, tambahnya, akan menjamin kelanjutan pendidikan anak-anak tersebut melalui program beasiswa dan dukungan perlindungan sosial.

“Insya Allah dijamin semua. Baik ada pihak-pihak swasta yang menjamin maupun pemerintah juga akan memberikan jaminan anak-anak ini akan mendapatkan dukungan beasiswa sampai selesai,” tutupnya.