Plt Ketua KND ke Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny: Disabilitas Bukan Akhir Segalanya
- Ahaddiini HM/VIVA Jatim
Sidoarjo, VIVA Jatim – Beberapa santri korban selamat dalam musibah bangunan musala Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, harus menjalani amputasi. Banyak pihak menyemangati mereka bahwa menjadi penyandang disabilitas bukanlah akhir segalanya.
Salah satu korban yang diamputasi bagian tubuhnya ialah Syaiful Rosi Abdillah. Ia harus kehilangan kaki kanannya setelah tertimpa material bangunan yang ambruk. Secara medis, amputasi adalah jalan yang harus diambil agar nyawanya terselamatkan.
Banyak pihak yang menjenguk dan menyemangati Rosi dan keluarganya. Di antaranya Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. "Alhamdulillah kondisi Mas Rosi semakin membaik," kata Gus Ipul usai menjenguk Rosi, Sabtu, 11 Oktober 2025.
Dia menielaskan, setiap musibah kebencanaan terjadi maka ada tahapan-tahapan penanganan. "Pertama adalah evakuasi, masa-masa yang memang menentukan menyelamatkan yang masih hidup," ujar Gus Ipul.
Setelah masa evakuasi adalah masa kedaruratan. Hal ini karena yang terdampak bukan hanya korban, tetapi juga keluarga, tetangga dan lingkungan yang mungkin memerlukan dukungan, terutama terkait dengan kebutuhan dasar..
"Setelah masa kedaruratan, sekarang masuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Ini selalu berurutan kadang bersamaan juga. Setelah medis selesai, akan ada pemberdayaan. Insyaallah kita dampingi Mas Rosi dan korban lainnya," pungkas Gus Ipul.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND) Jonna A Damanik menegaskan bahwa menjadi disabilitas bukan akhir segalanya, melainkan awal baru menjalani hidup.
"Disabilitas bukan akhir segalanya, justru menjadi awal sesuatu yang lebih baik ketika hambatan individual dan lingkungannya kita eliminasi. Itu yang kami lakukan sekarang," tandasnya.
Jonna menjelaskan, saat ini dia dan pihaknya terus memberikan semangat kepada Rosi agar lebih sehat lagi. "Kami sampaikan ke Rosi untuk tetap semangat, dia juga sangat semangat. Oleh sebab itu kami hadir, ini adalah kerjasama semua pihak," katanya.
Karena kondisinya sudah membaik, kini Rosi sudah menjalani rawat jalan di rumahnya kawasan Sumokali, Kecamatan Candi, Sidoario. Siswa Kelas 3 MTs itu. Selama rawat jalan, ia juga mendapatkan pengawasan dari dokter kesehatan Polresta Sidoarjo.