Gubernur Khofifah Beberkan Pencapaian Jawa Timur selama 8 Dekade

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Hari Jadi Jatim ke-80.
Sumber :
  • Humas Pemprov Jatim

Surabaya, VIVA Jatim – Upacara Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur (Hari Jadi Jatim ke-80) digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Minggu, 12 Oktober 2025. Temanya ‘Jatim Tangguh, Terus Tumbuh’. Lebih dari sekadar slogan, diharapkan tema tersebut jadi semangat dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan menuju kemajuan.

img_title Pengurus APKLI Jatim 2026-2031 Dilantik, Siap Beri Pendampingan Legalitas Usaha PKL

80 tahun bukan sekadar usia. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, itu gambaran perjalanan panjang penuh sejarah, perjuangan, sekaligus kemajuan. Lihat saja kemajuan yang dicapai wilayah-wilayah di Jawa Timur dengan potensi dan karakternya masing-masing, yang satu sama lain saling menopang.

Mulai dari metropolitan Surabaya sebagai pusat perdagangan dan jasa, kawasan industri di Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan, Tuban, dan Lamongan, hingga kawasan pertanian Mataraman serta wisata dan budaya Banyuwangi dan Madura.

img_title 438.126 Murid di Jatim Siap Ikuti TKA, Khofifah: Jaga Kejujuran Kenali Potensi Diri

Khofifah menyebut wajah pembangunan Jawa Timur kini paripurna, maju dalam ekonomi, kuat dalam pendidikan, kaya dalam budaya, serta berdaya saing dalam teknologi. “Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi cerminan dari semangat dan kerja keras seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan,” katanya.

Khofifah lalu memperkenalkan filosofi kerja ‘Jatim Bisa’ yang selama ia memimpin digaungkan sebagai spirit dalam membangun Jatim. ‘Jatim Bisa’ adalah akronim dari Berdaya, Inklusif, Sinergis, dan Adaptif. Ia pendorong sekaligus arah pembangunan ke depan. Menurutnya, Jatim harus menjadi pelaku utama perubahan, bukan sekadar penonton.

img_title 170 Calon Lolos Seleksi Administrasi Dewan Pendidikan Jatim, 50 Orang Bakal Lanjut Wawancara

Khofifah lantas membeberkan capaian ekonomi Jatim. Pada Triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi Jatim tercatat 5,23 persen (year on year), melampaui rata-rata nasional sebesar 5,12 persen. Secara kuartalan, pertumbuhannya mencapai 3,09 persen, tertinggi di Pulau Jawa.

“Realisasi investasi pada 2024 mencapai Rp147,3 triliun, tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Ini menjadikan Jawa Timur sebagai lokomotif pembangunan nasional,” tutur Khofifah.

Kemajuan ekonomi, lanjutnya, berdampak signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan. Per Maret 2025, tingkat kemiskinan di Jatim berhasil ditekan hingga 9,5 persen, dengan kemiskinan ekstrem turun drastis menjadi 0,66 persen. Selain itu, jumlah Desa Mandiri juga meningkat pesat menjadi 4.716 desa. Itu terbanyak di Indonesia.

Dalam sektor ketahanan pangan, Khofifah menegaskan posisi Jatim sebagai lumbung pangan nasional. “Produksi padi Januari–November 2025 mencapai lebih dari 12 juta ton gabah kering panen, tertinggi di Indonesia. “Beras petani Jawa Timur menjadi sumber pangan bagi 21 provinsi lainnya,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
img_title