Mensos Apresiasi Perkembangan Sekolah Rakyat di Mojokerto

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengunjungi SRMP 15 Mojokerto
Sumber :
  • VIVA Jatim/M Luthfi Hermansyah

Mojokerto, VIVA Jatim – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Mojokerto, Sabtu, 11 Oktober 2025 malam. Mensos Gus Ipul turut memberikan apresiasi atas perkembangan Sekolah Rakyat di Mojokerto.

img_title Mas Dhito Pastikan Pemkab Kediri Siap Kawal Program Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat di Mojokerto kini sudah berjalan dengan baik. Kendati demikian, program ini masih menghadapi sejumlah tantangan.

Mensos Gus Ipul menyebut salah satu tantangan terbesar pada awal penyelenggaraan adalah adaptasi siswa dengan sistem sekolah berasrama.

img_title Bangunan tak Kunjung Selesai, Ratusan Siswa Sekolah Rakyat di Tuban Batal MPLS

“Tentu pada masa-masa awal pengenalan lingkungan sekolah perlu waktu untuk bisa beradapatasi mengikuti kebiaasan baru yang jadwalnya 24 jam. Nah, anak-anak kita bisa secara bertahap proses itu,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu, 11 Oktober 2025. 

“Tadi disampaikan perkembangannya cukup bagus. Pasti ada dinamika dan tantangan . Tapi dinamika dan tantangan bisa diselesaikan dengan baik,” lanjutnya. 

img_title Khofifah Sebut Proses Penjaringan Siswa Sekolah Rakyat di Jatim Berjalan Lancar

Dalam kunjungan ini, Gus Ipul diperlihatkan kemampuan luar biasa dari siswa-siswa SRMP 15 Mojokerto. Mulai dari tarian tradisional, pidato bahasa inggri dan paduan suara. 

Penampilan mereka pun mendapat applause tepuk tangan dari Gus Ipul dan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto yang hadir. 

“Alhamdulillah di sini sudah ada yang hafal Al-Quran, sudah ada yang bisa bahasa inggris, ada yang bisa matematika dan ada yang bisa pelajaran lain. Tetapi kalau ada yang tidak bisa apa-apa, tidak masalah,” ungkapnya.

Latar belakang siswa yang beragam tidak terlepas dari perhatian Mensos. Ia berharap, para siswa di Sekolah Rakyat dibimbing sesuai minat dan bakat. Pihaknya pun telah menyiapkan strategi untuk para murid SMA lulusan sekolah rakyat yang didasarkan pada bakat dan minat masing-masing siswa. 

“Kita juga sudah bicara tentang hirilisasi. Kalau mereka suda lulus SMA itu seperti apa yang mereka inginkan. Kalau memang mereka ingin kuliah, kita akan kawal, kalau mereka ingin bekerja tentu mereka akan berikan semacam bimbingan,” bebernya. 

Gus Ipul menegaskan, program Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi kesenjangan pendidikan dan kemiskinan. Hingga kini, sudah berdiri 160 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia dengan total hampir 16.000 siswa. Kabupaten Mojokerto menjadi salah satunya. 

Halaman Selanjutnya
img_title