55 Jenazah Korban Ponpes Al Khoziny Ambruk Sudah Teridentifikasi
- Mokhamad Dofir
Surabaya, Viva Jatim – Tim Disaster Victim Identification (DVI) kembali mengumumkan telah berhasil mengidentifikasi dua kantong jenazah korban musala Pondok Pesantren Al Khoziny ambruk di Sidoarjo. Sehingga sampai hari ini, Sabtu, 13 Oktober 2024 sebanyak 55 korban meninggal yang identitasnya terungkap.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Polisi M Khusnan menyampaikan, dua jenazah tersebut berhasil diidentifikasi melalui pemeriksaan DNA, medis dan properti pribadi.
Yakni korban meninggal atas nama Khafa Ahmad Maulana (15) laki-laki, warga Jalan Cendana, Ngawen, Sidayu, Kabupaten Gresik.
“Yang pertama, jenazah dengan nomor postmortem RSB B041 teridentifikasi cocok dengan ante mortem nomor 25 atas nama Khafa Ahmad Maulana,” jelas Khusnan.
Kemudian jenazah kedua atas nama Irham Ghifari (16) laki-laki, warga Katerungan, Krian, Kabupaten Sidoarjo.
"Jenazah kedua dengan nomor postmortem RSB B055 teridentifikasi sebagai Irham Ghifari," lanjutnya.
Menurut Khusnan, hingga saat masih tersisa 9 kantong jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya yang belum teridentifikasi. Satu diantaranya berupa potongan tubuh.
Pihaknya berharap, proses identifikasi berjalan cepat sehingga pekan ini identitas semua korban meninggal dapat terungkap.
"Harapan kami sih minggu-minggu ini bisa selesai [identifikasinya]," pungkas Khusnan.
Berikut 55 daftar korban meninggal Ponpes Al Khoziny yang berhasil diidentifikasi:
1. Maulana Alfan Ibrahimavic (13) asal Pabean Cantian, Surabaya.
2. Muhammad Mashudulhaq (14) asal Dukuh Pakis, Surabaya
3. Muhammad Soleh (22) asal Jalan Madura, Tanjung Pandan, Bangka Belitung
4. Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas (17) asal Putat Jaya, Surabaya
5. Moch Agus Ubaidillah (14) asal Krembangan, Surabaya.
6. Firman Nur (16) warga Tembok Lor 38A, Surabaya.
7. Muhammad Azka Ibadur Rahman (13) warga Jalan Randu Indah Nomor 14, Kenjeran, Surabaya.
8. Daul Milal (15) warga Sitok Kapasan Gang 8 Nomor 18, Surabaya.
9. Nurudin (13) asal Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan.
10. Ahmad Rijalul Haq (16) asal Jalan Dapuan Baru, Kelurahan Krembangan, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya.
11. Moh. Royhan Mustofa (17) asal Jalan KH Syadhali, Makhdi, RT 1, RW 2, Kelurahan Banyuayuh, Kamal, Bangkalan.
12. Abdul Fattah (18) asal Asem Manunggal.
13. Wasiyur Rohib (17) asal Jalan Gayungan 8 Gg Mawar 14/53 Surabaya.
14. Muhammad Aziz Pratama Yudistira (16) asal KP. Pulo Kapuk Mekar Mukti, Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat.