Impian Menag Asia Tenggara Jadi Pusat Peradaban Islam: seperti Baghdad Dulu

Menag Nasaruddin Umar di forum MABIMS ke-21 di Melaka, Malaysia.
Sumber :
  • Humas Menag RI

Malaysia, VIVA JatimMenteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar berharap kawasan Asia Tenggara menjadi pusat peradaban Islam dunia masa depan, sebagaimana Baghdad dahulu di masa kejayaan Islam. Itu bisa dicapai apabila Umat Islam di Asia Tenggara mampu mengintegrasikan ilmu agama dan umum.

img_title Prof Nasar dan Godaan Rangkap Jabatan Jelang Muktamar NU 2026

"Dulu Baghdad dengan Baitul Hikmah-nya melahirkan hegemoni intelektual yang disegani dunia. Kini, Asia Tenggara harus mempersiapkan diri menjadi Baitul Hikmah baru bagi dunia Islam," kata Nasaruddin saat berbicara dalam Mesyuarat Menteri-Menteri Agama MABIMS ke-21 di Melaka, Malaysia, Minggu, 19 Oktober 2025.

Timur Tengah, kata dia, telah menunaikan tugas besar dalam membangun pondasi keislaman. Kini, saatnya Asia Tenggara mengambil peran untuk melahirkan kemajuan ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam. Dengan stabilitas sosial dan ekonomi, Asia Tenggara bisa mencapai itu.

img_title CEO Baba Rafi Raih Hall of Fame QSR Media Asia Awards 2026

“Saya yakin Asia Tenggara bisa menjadi sorotan dunia sebagai pusat peradaban Islam yang baru. Sementara, kita lihat banyak negara Timur Tengah masih menghadapi ketidakstabilan. Karena itu, mungkin justru di kawasan kita peluang itu muncul,” tandas Nasaruddin.

Menag menilai, Indonesia, Malaysia, dan Singapura memiliki potensi besar untuk membangun sinergi keilmuan dan peradaban. Ambisi itu harus diperjuangkan tidak hanya dalam bidang politik dan ekonomi, tapi juga dalam ilmu pengetahuan dan peradaban.

img_title Resmi! Mantan Menag Yaqut Ditahan KPK

Ia menegaskan, kebangkitan peradaban Islam masa depan harus berakar pada semangat integrasi ilmu agama dan ilmu umum, sebagaimana yang pernah ditunjukkan oleh Baitul Hikmah di Baghdad. Banyak ilmuan pada masa itu menguasai ilmu umum namun juga seorang sufi.

“Dengan kekuatan pemikiran, kita bisa membalikkan arah peradaban yakni membangun ideologi, ekonomi, dan ilmu pengetahuan sebagai kekuatan baru umat Islam,” ungkap Nasaruddin.

Untuk diketahui, MABIMS adalah wadah berhimpun Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Masing-masing negara anggota memiliki karakter dan potensi yang saling melengkapi. Terikat visi dan strategi keagamaan yang selaras satu sama lain.

Brunei Darussalam, papar Menag, dengan falsafah Melayu Islam Berajanya, Malaysia dengan visi Malaysia Madaninya, Singapura dengan jargon Religious Harmony and Community Resilience Strategy-nya, dan Indonesia dengan Moderasi Beragama dan Trilogi Kerukunannya.

Halaman Selanjutnya
img_title