1000 Kamera ETLE Ditarget Terpasang di Jawa Timur, Kata Kakorlantas Polri
- Ahaddiini HM/VIVA Jatim
Sidoarjo, VIVA Jatim – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Inspektur Jendral Polisi Agus Suryonugroho menargetkan pada tahun 2026 sebanyak 1000 kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sudah terpasang di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Saat ini jumlah kamera ETLE di Jatim masih kurang, dari jumlah 216 kamera ditargetkan pada tahun 2026 nanti menjadi 1.000 kamera ETLE," kata Irjen Pol Agus Suryonugroho saat mengecek fasilitas ETLE di Markas Polresta Sidoarjo pada Senin, 20 Oktober 2025.
Dia menjelaskan, penerapan ETLE di wilayah hukum Polda Jatim tercapture sebanyak 4.526 dari awal tahun 2025 hingga sekarang, meningkat 307 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama. Bila jumlah kamera ETLE ditambah, dimungkinkan akan bertambah optimal.
Ia menegaskan, seluruh proses penegakan hukum melalui ETLE kini telah terintegrasi secara digital mulai dari rekap evidence, validasi, pengiriman notifikasi hingga pembayaran denda. Notifikasi pelanggaran dikirim secara otomatis, baik melalui WhatsApp chatbot, dokumen digital, maupun surat manual, tergantung kondisi teknis di lapangan.
"Semuanya sudah digital. Kalau gambarnya belum jelas, akan divalidasi ulang. Kalau sudah valid, langsung terkirim ke pelanggar. Ini bagian dari transparansi dan akuntabilitas sistem ETLE nasional," tandasnya.
Agus menghimbau seluruh pengguna jalan untuk patuh dan disiplin dengan dirinya sendiri terlebih Korlantas Polri saat ini sedang melakukan revitalisasi pada proses pelayanan penegakan hukum.
Ia menegaskan Korlantas Polri optimis terhadap revitalisasi digital pada penegakan hukum melalui ETLE dapat tercapai sebanyak 95 persen dan 5 persen tilang dilakukan secara manual.
Lebih lanjut Agus menyampaikan, untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas, polisi akan mengedepankan pola preventif, humanis dan edukatif ke masyarakat terkait tata tertib berlalu lintas. Sehingga diharapkan dapat mewujudkan kesadaran bagi masyarakat akan pentingnya keselamatan saat berkendara.
"Jawa Timur masuk tiga besar wilayah dengan angka kecelakaan tertinggi. Karena itu, kami berharap revitalisasi ETLE bisa mendorong kedisiplinan masyarakat demi keselamatan bersama," terangnya.