Akad Massal KUR 800 Ribu Debitur, dari Surabaya Dorong Akselerasi Ekonomi Rakyat
- Istimewa
Menurutnya, keberhasilan peningkatan porsi sektor produksi akan memberikan efek berantai terhadap penyerapan tenaga kerja. “Rata-rata satu entitas usaha menyerap dua sampai tiga tenaga kerja. Artinya, melalui KUR, kita dorong penyerapan antara 6 hingga 9 juta pekerja di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Dari sisi perlindungan pekerja, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtaruddin menegaskan bahwa KUR kini juga menyasar Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai bentuk kehadiran negara dalam pemberdayaan dan perlindungan dari praktik pinjaman ilegal.
“KUR PMI merupakan bentuk perlindungan agar calon pekerja migran tidak terjerat pinjol atau pinjaman ilegal. Hingga saat ini, sudah tersalurkan Rp60 miliar dari total Rp210 miliar, dengan 2.100 penerima,” terang Mukhtaruddin.
Ia menambahkan, Jawa Timur merupakan kantong PMI terbesar di Indonesia. Pemerintah tengah memperkuat tata kelola pekerja migran dari hulu hingga hilir, termasuk melalui vokasi bahasa asing dan peningkatan keterampilan.
“Presiden menekankan dua hal: perlindungan dan peningkatan kapasitas SDM migran. Bahasa Inggris, Mandarin, Korea, dan Jepang menjadi fokus pelatihan. Kita juga bergeser dari low skill ke medium-high skill karena peluang kerja di luar negeri semakin besar,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa capaian program ekonomi rakyat pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo telah menunjukkan hasil konkret.
“Program Makan Bergizi Gratis sudah mencapai 1,1 miliar porsi. Program beasiswa Sekolah Rakyat lebih dari 9.705 siswa, renovasi 16 ribu sekolah, serta subsidi perumahan FLPP bagi 221.047 penerima,” ujar Airlangga.
Ia menyebut, tahun ini capaian KUR sektor produksi sudah di atas 60 persen, namun pemerintah menargetkan kenaikan hingga 65 persen. Selain itu, tingkat kredit macet (NPL) KUR juga terjaga rendah di angka 2,28 persen, jauh di bawah kredit non-KUR sebesar 4,55 persen.
Airlangga juga mengumumkan peluncuran Kredit Program Perumahan dengan tambahan anggaran Rp130 triliun, di luar pagu KUR Rp300 triliun. Program ini ditujukan untuk membangun sekitar 320 ribu rumah bagi masyarakat, dengan plafon kredit hingga Rp20 miliar bagi kontraktor UMKM.
“Untuk calon pekerja migran, KUR juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pelatihan bahasa dan peningkatan skill. Tidak ada batas maksimum — the sky is the limit. Selama produktif, pasti kami dukung,” tegas Airlangga.