Seminar HSN di Pesantren Wali Barokah Kediri, Menggali Potensi Santri Masa Depan
- Madchan Jazuli/Viva Jatim
Kediri, VIVA Jatim – Pondok pesantren dengan kekuatan kiai atau ulama dan santrinya sangat strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Karena itu, potensi-potensi tersebut perlu digali sejak sekarang untuk Indonesia berjaya di masa akan datang.
Hal itu terdedah dalam Seminar Hari Santri dan Sumpah Pemuda yang dilaksanakan oleh Pesantren Wali Barokah Kediri. Menghadirkan pemateri dari Disbudparpora, Kemenag dan Badan Narkotika Nasional (BNN), ratusan santri hadir sebagai peserta dalam kegiatan tersebut.
Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah, Sunarto, mengungkapkan, Hari Santri Nasional (HSN) dan Sumpah Pemuda dijadikan tema seminar karena dua momentum tersebut menurutnya berkaitan satu sama lain. Kiai, santri, dan para pemuda sama-sama berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
"Tahun 1945 dengan adanya resolusi jihad para kiai ingin merebut kembali kemerdekaan yang telah diproklamasikan. Lalu, 20 Oktober 1945 para kiai-santri bergerak, puncaknya pada 10 November merupakan satu bentuk konkrit bahwa kiai-santri senantiasa membela keutuhan NKRI," kata Sunarto kepada awak media, Kamis, 23 Oktober 2025.
Menurutnya, semangat yang begitu luar biasa perlu dikenang dan diwariskan kepada generas penerus. Sehingga terbangun semangat bagaimana pondok pesantren ke depan lebih berkontribusi dalam rangka untuk menyongsong Indonesia emas tahun 2045. Karena perkembangan zaman begitu cepat, maka penguatan SDM dan penguasaan teknologi diperlukan.
"Oleh karenanya, kami menghadirkan 3 narasumber baik dari Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kementerian Agama dan BNN. Nanti akan bersinergi harapan kami agar bisa lebih kompeten dalam rangka membekali santri kita di pondok pesantren ini untuk menatap masa depan," ujar Sunarto.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Kediri, A Zamroni, menerangkan bahwa kontribusi santri sangat luar biasa di masa sekarang. Pernah santri menjadi presiden, menjadi menteri sudah banyak, pun juga di legislatif banyak.
"Bahkan Gubernur Jawa Timur bagian dari santri. Ini saya pikir perannya tidak bisa kita nafikan. Kontribusinya juga tidak bisa kita pandang sebelah mata," ulas A Zamroni.
Menurut Zamroni, peran pondok pesantren di bidang pendidikan ke depan sangat strategis. "Kalau ngomong pendidikan karakter, ya, pondok pesantren, School boarding, ya, pondok pesantren,” tandasnya.