Atap Asrama Ponpes di Situbondo Ambruk saat Santri Tidur, 1 Meninggal Dunia

Bangunan asrama ponpes yang atapnya ambruk di Besuki, Situbondo.
Sumber :
  • Humas Polres Situbondo

Situbondo, VIVA Jatim – Atap asrama santri putri di Pondok Pesantren (Ponpes) Syekh Abdul Qodir Jailani Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, ambruk saat para santri tertidur pulas pada Rabu, 29 Oktober 2025, dini hari. Akibatnya, satu santri putri dikabarkan meninggal dunia dan beberapa santri lainnya luka-luka.

img_title Muktamar NU Ke-35 Digelar di Tambakberas Jombang 27-31 Agustua

Kapolres Situbondo AKBP Rezi Dharmawan menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu, para santriwati tengah tertidur pulas di kamar asrama. Tiba-tiba atap bangunan ambruk dan menimpa para santri yang tertidur. 

Akibatnya, sebanyak 6 santriwati tertimpa material atap bangunan dan mendapatkan perawatan medis. Satu korban di antaranya meninggal dunia dan dua korban masih dirawat di RSUD Besuki. “Area sudah kami sterilkan untuk keamanan bersama,” kata Rezi dalam keterangannya kepada wartawan. 

img_title Penalti So

Tim Satreskrim Polres Situbondo langsung melakukan olah TKP setelah proses evakuasi korban dan material selesai dilakukan. Selain itu, kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak pondok pesantren, Kementerian Agama, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan penanganan korban serta keamanan bangunan di sekitar area terdampak.

Rezi menjelaskan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut terkait penyebab ambruknya atap. Dari keterangan awal, kejadian diduga dipicu hujan disertai angin kencang yang terjadi beberapa jam sebelum insiden.

img_title PBNU Survei 9 Pesantren Calon Lokasi Muktamar NU Ke-35, Ada Lirboyo

“Kami masih mendalami penyebab pasti runtuhnya atap bangunan. Dugaan sementara bisa karena faktor cuaca, tapi kami tunggu hasil pemeriksaan teknis dari petugas dan ahli bangunan,” tandasnya.

Ia juga menegaskan bahwa semua korban telah mendapat penanganan dengan baik, sementara korban meninggal dunia sudah dimakamkan dan pihak keluarga menerima dengan ikhlas. “Kami turut berduka cita yang mendalam atas musibah ini,” kata Rezi.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Jailani, KH Muhammad Hasan Nailul Ilmi, mengungkapkan, malam sebelum kejadian hujan deras disertai angin kencang mengguyur daerah setempat. 

Setelah hujan reda, tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang ternyata bersumber dari atap bangunan yang ambruk. “Yang ambruk itu bagian atapnya, sementara tembok masih utuh,” katanya.