Penyebab Atap Asrama Ponpes di Situbondo Ambruk: Cuaca Ekstrem dan Gedung Retak
- Nur Faishal/Viva Jatim
Situbondo, VIVA Jatim – Atap asrama santri putri Pondok Pesantren (Ponpes) Syekh Abdul Qodir Jailani Besuki, Kabupaten Situbondo, ambruk. Akibatnya, satu santriwati meninggal dunia. Berdasarkan hasil assessment sementara, penyebab atap bangunan ambruk karena cuaca ekstrem dan beberapa bagian gedung retak akibat gempa Magnitudo 5,7 pada bulan lalu.
Soal dugaan penyebab ambruknya atap asrama itu disampaikan oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto kepada wartawan, Rabu, 29 Oktober 2025. Dia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, cuaca ekstrem melanda Kabupaten Situbondo. Hujan deras disertai angin kencang terjadi.
“Diduga akibat hujan intensitas lebat disertai angin kencang serta adanya keretakan pada beberapa bagian bangunan merupakan dampak dari gempa bumi berkekuatan 5,7 SR yang terjadi pada tanggal 25 September 2025,” kata Gatot dalam keterangannya kepada VIVA Jatim.
Gatot mengklarifikasi kabar awal yang berkembang yang menyebutkan santriwati yang tertimpa material atap bangunan sebanyak belasan orang. Dia meluruskan bahwa santriwati yang tertimpa material atap asrama sebanyak lima orang. Rinciannya, satu korban meninggal dunia, dua korban luka berat, dan dua korban luka ringan.
Korban meninggal dunia atas nama Putri Hemilia Oktaviantika (13), warga Dusun Rawan, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. Korban adalah santriwati yang tempat tinggalnya satu desa dengan lokasi Ponpes Syekh Abdul Qodir Jailani. Korban meninggal sudah dikebumikan.
Lokasi atap asrama ponpes di Situbondo yang ambruk.
- Humas Polres Situbondo
Sebelumnya, Kapolres Situbondo AKBP Rezi Dharmawan menjelaskan, tim Satreskrim Polres Situbondo langsung melakukan olah TKP setelah proses evakuasi korban dan material selesai dilakukan.
Selain itu, kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak pondok pesantren, Kementerian Agama, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan penanganan korban serta keamanan bangunan di sekitar area terdampak.
Rezi menjelaskan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut terkait penyebab ambruknya atap. Dari keterangan awal, kejadian diduga dipicu hujan disertai angin kencang yang terjadi beberapa jam sebelum insiden.
“Kami masih mendalami penyebab pasti runtuhnya atap bangunan. Dugaan sementara bisa karena faktor cuaca, tapi kami tunggu hasil pemeriksaan teknis dari petugas dan ahli bangunan,” tandasnya.