DPRD Jatim Dorong Pemprov Jatim Susun Grand Design Pengembangan Sektor Pariwisata

Guntur Wahono dari Fraksi PDIP DPRD Jatim.
Sumber :
  • A Toriq A

Surabaya, VIVAJatim-Fraksi PDIP DPRD Jawa Timur mendorong Pemprov Jatim menyusun grand design pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu strategi konkret untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

img_title DPRD Jatim Dorong Perda P4GN Antisipasi Modus Baru Peredaran Narkoba

Anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim, Guntur Wahono, menilai sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk menjadi penopang ekonomi daerah apabila dikelola secara terpadu, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal.

Menurut Guntur, penguatan PAD dari sektor pariwisata tidak bisa dilepaskan dari sinergi dengan sektor kebudayaan. Keduanya, kata dia, harus berjalan beriringan dan saling memperkuat.

img_title Predikat WTP tak Cukup Jadi Ukuran Keberhasilan APBD Jatim

“Sektor pariwisata di Jawa Timur tidak bisa lepas dari budaya. Dua hal ini harus bekerja sama dengan baik. Dampaknya, wisata yang baik adalah wisata yang diminati wisatawan, baik domestik maupun luar negeri,” ungkap Guntur, Rabu 29 Oktober 2025.

Guntur menegaskan, pariwisata yang berkembang tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga akan menggerakkan ekonomi rakyat di sekitarnya. Melalui tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), aktivitas ekonomi lokal akan semakin menggeliat, membuka lapangan kerja baru, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

img_title Emil Dardak Yakinkan Masyarakat Soal Kerahasiaan Data saat Sensus Ekonomi

“Dari sini UMKM pun akan tumbuh dan menggeliat, termasuk masyarakat akan semakin sejahtera. Begitu pula dari sisi retribusi daerah, kontribusinya akan meningkat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Guntur menjelaskan bahwa dalam grand design pariwisata yang diusulkan, terdapat beberapa langkah strategis yang perlu menjadi perhatian utama pemerintah. Pertama, pembenahan infrastruktur di kawasan wisata agar destinasi tidak hanya menjadi “objek” semata, melainkan benar-benar memiliki nilai tambah dan kenyamanan bagi wisatawan.

Kedua, menurut Guntur, penguatan digitalisasi dan publikasi menjadi hal yang sangat penting di era saat ini. Informasi pariwisata harus mudah diakses oleh masyarakat luas, baik melalui platform digital, media sosial, maupun kerja sama promosi lintas sektor.

“Objek wisata perlu dibenahi infrastrukturnya, kemudian didorong digitalisasi dan diperkuat publikasinya. Pemerintah harus melihat bahwa sektor pariwisata adalah langkah strategis untuk memperkuat PAD Jawa Timur,” tegasnya.

Langkah ketiga, lanjut Guntur, adalah penyempurnaan pengembangan wisata dengan sentuhan budaya dan tradisi lokal dari masing-masing daerah. Ia menilai, kekayaan budaya di Jatim merupakan potensi luar biasa yang dapat menjadi ciri khas dan pembeda antara satu destinasi dengan destinasi lainnya.

Halaman Selanjutnya
img_title