Memasuki Musim Hujan, Pemkot Surabaya Antisipasi Peningkatan Kasus DBD

Ilustrasi DBD
Sumber :
  • viva.co.id

Surabaya, VIVA Jatim-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan antisipasi peningkatan kasus demam berdarah (DBD) memasuki musim hujan dengan mengeluarkan surat edaran (SE) antisipasi DBD.

img_title KI Jatim Menangkan Warga, Pemkot Diminta Buka Data SK Re-Planning

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto menyebutkan, diterbitkannya SE ini bertujuan untuk menekan risiko penularan DBD. Menurut Lilik berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menunjukkan musim hujan di seluruh wilayah Indonesia diprediksi maju atau datang lebih awal pada akhir 2025 dan awal 2026.

BMKG memprediksi musim hujan akan terlihat mulai September hingga November, dengan durasi yang lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan puncaknya diprediksi berlangsung pada Januari-Februari 2026.

img_title Pemkot Surabaya Siapkan Mini Bozem di Exit Tol untuk Atasi Genangan Kawasan Margomulyo

“Berdasarkan prediksi tersebut, Kota Surabaya memiliki potensi memasuki musim penghujan pada Minggu ke II November 2025 di wilayah Surabaya barat, dan diikuti wilayah selain Surabaya barat pada minggu ke III November 2025,” kata Lilik dalam siaran persnya.

Karena itu Pemkot Surabaya melakukan sejumlah upaya kolaboratif sebagai pencegahan dan pengendalian penyakit, serta risiko penularan DBD. Salah satunya, yakni memberantas penularan penyakit DBD dengan melaksanakan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN BDB) secara rutin dengan kegiatan 3M Plus.

img_title Berjalan Efektif, Digitalisasi Parkir Surabaya Dongkrak PAD hingga 10 Persen

“Seperti menguras dan menyikat bersih bak mandi, kolam air minimal satu minggu sekali, lalu menutup rapat tempat penampungan air, misalnya seperti tempayan, tandon, drum, dan sebagainya. Selain itu, bisa juga memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air,” jelas Lilik.

Selain itu, lanjut Lilik, mengganti vas bunga, tempat minum burung atau tempat-tempat lainnya yang jelas sejenis setiap satu minggu sekali. Kemudian memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar atau rusak. Tidak hanya itu, bisa juga dengan cara menaburkan bubuk pembunuh jentik (larvasida), misalnya di tempat-tempat yang sulit dikuras atau di daerah yang sulit air.

Masyarakat juga bisa memelihara ikan pemakan jentik di kolam, atau bak penampungan air. Misalnya ikan cupang, atau ikan kepala timah. Selain itu masyarakat juga bisa memasang kawat kasa di jendela dan pintu rumah.

Halaman Selanjutnya
img_title