Usai Heboh Motor Mogok setelah Isi Pertalite, Kini Sopir di Tuban Keluhkan Solar Langka
- Imron Saputra/Viva Jatim
Tuban, VIVA Jatim – Sejumlah sopir di Kabupaten Tuban mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar hingga harus antre saat mengisi BBM solar di SPBU. Kelangkaan solar dirasakan sopir kendaraan berbahan bakar solar selama sepekan terakhir.
Akibat kelangkaan ini, banyak kendaraan besar maupun kecil terlihat mengular, seperti di SPBU Seleko. Di SPBU ini, sejumlah kendaraan rela antre hingga berjam-jam agar bisa mendapatkan solar yang kian menipis.
Salah satu sopir angkutan umum bernama Toni Herwawan, misalnya, mengaku telah mengantre lama dari pukul 09.00 sampai 12.30 hanya demi mendapatkan solar. Bahkan, jika tidak mendapatkan solar di SPBU, pihaknya terpaksa membeli solar eceran yang dijual oleh warga di pinggir jalan.
Menurutnya, kelangkaan BBM jenis solar ini sudah terjadi sejak seminggu lalu. "Sepuluh hari terakhir ini sulit sekali mencari solar dan terpaksa antre berjam-jam begini untuk mendapatkan solar. Kadang kalau sudah habis ya beli eceran," katanya, Kamis, 30 Oktober 2025.
Dikonfirmasi soal kelangkaan solar, Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, belum merespons.
Sebelumnya, warga Tuban juga dihebohkan dengan banyaknya motor yang mogok atau brebet usai mengisi BBM jenis pertalite di sejumlah SPBU. Kehebohan serupa juga terjadi di beberapa kabupaten/kota di Jatim, seperti di Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Surabaya, dan Sidoarjo.
Pihak Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus dan Satgas gabungan dari kepolisian dan dinas terkait kabupaten/kota setempat sudah melakukan sidak di beberapa SPBU. Bahkan, pihak Kementerian ESDM juga turun langsung melakukan sidak di SPBU Kayoon Surabaya.
Namun, hasilnya tidak ada kandungan air di Pertalite yang diperiksa. Demikian juga hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Pertamina, mutu dan spesifikasi Pertalite di fuel Tuban dan Surabaya sesuai regulasi yang berlaku.
Namun demikian, pihak Pertamina masih melakukan investasi soal itu. "Terkait kejadian beberapa kendaraan konsumen yang mengalami kendala, kami segera melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab gangguan dan menyiagakan posko layanan konsumen di wilayah terdampak," kata Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra dikutip dari VIVA.co.id.