Alokasi Pupuk Subsidi di Jatim 2.053.650 Ton, Baru Tersalurkan 73,9 persen

Dirut Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi meninjau Petrokimia Gresik.
Sumber :
  • Dokumen Petrokimia Gresik

Gresik, VIVA Jatim – Hingga 28 Oktober 2025, Pupuk Indonesia sudah menyalurkan 1.516.741 ton pupuk bersubsidi ke seluruh wilayah di Jawa Timur. Itu setara 73,9 persen dari total alokasi Jatim sebesar 2.053.650 ton pada tahun 2025. 

img_title Pelabuhan Memiliki Peran Strategis dalam Menjaga Ketahanan Pangan

Hal itu terungkap saat Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi hadir dalam kegiatan Pelepasan Pengiriman Pasokan Pupuk Subsidi di kawasan industri Petrokimia Gresik baru-baru ini. Khusus Kabupaten Gresik, tercatat telah tersalurkan sebesar 24.144 ton dari total alokasi 42.960 ton.

Di kegiatan tersebut, Rahmad menyaksikan pelepasan pengiriman 145 ton pupuk subsidi secara simbolis yang terdiri dari 30 ton urea, 60 ton NPK, 30 ton ZA, dan 25 ton organik dengan tujuan Gudang Talok dan Sumberejo di Bojonegoro, Gudang Jenu di Tuban, serta Gudang Paron dan Sidokerto di Ngawi. Seluruh pupuk subsidi ini dapat ditebus oleh petani terdaftar dengan HET terbaru.

img_title Polres Gresik-Kejari Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Rahmad menjelaskan, memasuki musim tanam akhir 2025, Pupuk Indonesia Group mendorong penyediaan pupuk subsidi hingga ke pelosok negeri, baik melalui angkutan darat maupun laut. “Makanya hari ini kita ke sini tidak hanya pabrik yang kita pastikan, gudang kita pastikan, sekarang juga kita pastikan truknya bisa berjalan semuanya dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Yang menarik saat ini, lanjut dia, ialah penurunan HET pupuk subsidi sebesar 20 persen. Menurutnya, itu akan mampu meningkatkan keterjangkauan pupuk. Pasalnya, dengan harga yang lebih terjangkau, maka memudahkan akses petani terhadap pupuk sekaligus menjadi upaya nyata keberpihakan pemerintah mendorong produktivitas pertanian nasional.

img_title Raih Adiwiyata Mandiri, Menteri Jumhur Nilai SMAN 1 Gresik Layak Jadi Teladan Nasional

“Ini kebijakan yang pro-petani, pro-rakyat, pro-ketahanan pangan dari Bapak Presiden Prabowo. Karena beliau sangat concern dan beliau tahu bagaimana pentingnya pupuk pada program pertanian, maka beliau menginstruksikan kepada kami untuk mencari cara model bisnis baru supaya petani bisa mendapatkan harga pupuk yang murah,” ucapnya.

Rahmad memastikan kebijakan HET terbaru telah terimplementasi pada kios di seluruh Indonesia per tanggal 22 Oktober 2025 atau pasca Pemerintah mengumumkan kebijakan tersebut. Sebagai informasi, Perusahaan telah mengintegrasikan HET terbaru pada sistem Integrasi Pupuk Bersubsidi atau i-Pubers serta telah menempel stiker HET pada titik serah.

Halaman Selanjutnya
img_title