Alasan Klasik Sopir Bus Harapan Jaya Ngebut hingga Tewaskan 2 Perempuan di Tulungagung

Sopir (kacamata) bus Harapan Jaya tewaskan 2 pemotor di Tulungagung.
Sumber :
  • Istimewa

Tulungagung, VIVA JatimSatlantas Polres Tulungagung menetapkan Rizky Angga Saputra (RAS) sebagai tersangka dalam peristiwa kecelakaan di Jalan Pahlawan Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Pria 30 tahun itu dinilai lalai karena mengemudikan bus Harapan Jaya yang dikemudikannya dengan cara mengebut hingga menabrak sepeda motor.

img_title Gegara Sopir Mengantuk, 3 Truk Tabrakan Beruntun di Lamongan

Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung Ipda Gerry Permana mengungkapkan, saat diinterogasi, tersangka RAS mengaku melajukan busnya dengan kecepatan tinggi karena mengejar trayek. “Kedua, [alasannya] takut disusul oleh bus belakang yang berujung pada rebutan penumpang. Ini adalah alasan klasik yang selalu diberikan," katanya, Sabtu, 1 November 2025. 

Tersangka, lanjut Gerry, juga mengaku memacu kendaraannya dengan kecepatan 90 kilometer per jam. Tersangka ngebut karena di belakang ada bus lain dan khawatir tak kebagian penumpang jika disalip. Tersangka sempat mengerem 100 meter dari titik kecelakaan, namun kendaraan besarnya justru melaju tak terkendali. 

img_title Cabdin Pendidikan Tulungagung-Trenggalek Kenalkan Pendekatan Berbasis Data untuk Sekolah

Kecelakaan maut itu terjadi pada Jumat, 31 Oktober 2025, sekitar pukul 12.20 WIB. Berdasarkan video rekaman CCTV dari sudut halaman SPBU yang beredar di media sosial, saat itu kondisi jalan begitu ramai dengan kendaaan, baik roda dua maupun roda empat. 

Di garis marka tengah, sebuah sepeda motor yang ditunggangi dua perempuan berhenti dan berancang-ancang ke kanan hendak masuk ke SPBU. Tiba-tiba dari arah selatan ke utara melaju bus Harapan Jaya bernopol AG 7762 US melaju dengan kecepatan tinggi. 

img_title Tidur saat Nyetir Truk di Sidoarjo, Sadar-sadar Pria Ini Hancurkan 3 Rumah

Mungkin kaget karena di depan ada sepeda motor, tersangka membanting setir busnya ke kiri untuk menghindari tabrakan. Bagian depan bus berhasil menghindar, tapi tidak dengan bagian belakangnya.

Ekor bus itu mengibas dan langsung menyapu sepeda motor yang berada di marka tengah. Akibatnya, sepeda motor beserta dua perempuan penunggangnya itu terhantam bagian belakang bus. Dua-duanya meninggal dunia di lokasi kejadian. 

Kedua korban meninggal dunia itu ialah Zahrotun Mas’udah (22) dan Faizatul Maghfiroh. Keduanya ternyata mahasiswi UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Sementara satu korban lainnya ialah pengendara sepeda motor bernama Anggi Yoga Pratama (28), yang mengalami luka ringan.