2 Korban Longsor Trenggalek Ditemukan, Total Meninggal 4 Orang

Tim SAR evakuasi korban meninggal longsor Trenggalek.
Sumber :
  • Humas Basarnas Surabaya

Trenggalek, VIVA Jatim – Tim SAR gabungan kembali menemukan dua jasad korban tertimbun tanah longsor di Dusun Banaran, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. Dengan demikian, total korban meninggal dalam bencana tersebut empat orang.

img_title Pemkab Trenggalek Siapkan Spot Nobar Piala Dunia 2026 di Halaman Dispora

Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR ini menyampaikan, seluruh korban yang berjumlah lima orang telah ditemukan. Rinciannya, satu korban selamat dan 4 korban meninggal dunia.

Korban pertama, terang Nanang, ditemukan selamat pada Sabtu, 1 November 2025, sekitar pukul 23.50 WIB. Dia adalah Wijianto (30). Korban kedua ditemukan meninggal dunia pada Minggu, 2 November 2025, sekitar pukul 00.05 WIB atas nama Syarif (60). Sepuluh menit kemudian, tim SAR berhasil menemukan korban bernama Welas (53) juga dalam kondisi meninggal dunia.

img_title Pemkab Trenggalek Terbantu Adanya TMMD di Trenggalek: Menghemat Anggaran Pembangunan

Tim sar mengevakuasi korban longsor trenggalek.

Photo :
  • Humas Basarnas Surabaya

Tim SAR lalu melanjutkan pencarian pada pukul 07.00 WIB. Hasilnya, jasad korban atas nama Rohman (5) ditemukan meninggal pada pukul 09.00 WIB. Setengah jam kemudian, jasad korban atas nama Fajar Puji Wibowo (19) juga ditemukan meninggal dunia.

img_title Cari Ikan saat Pladu Sungai Brantas, Isnaini Hilang Terseret Arus Deras

Kelima korban merupakan satu keluarga. Syarif dan Welas adalah suami-istri, sementara Wijianto, Fajar, dan Rohman adalah anak pasutri tersebut.

Dalam merespons laporan kejadian tertimbunnya korban, SMC telah mengerahkan satu tim rescue Pos SAR Trenggalek untuk bergabung dengan potensi SAR yang berada di lokasi kejadian, guna berkoordinasi, melakukan assesment dan menentukan strategi pencarian korban.

Koordinator Pos SAR Trenggalek Bayu Prasetyo selaku On Scene Commander (OSC) menjelaskan bahwa proses pencarian dilakukan secara manual dengan menggunakan alat gali sederhana seperti cangkul dan sekop.

Kendala di lapangan ialah minimnya penerangan dan risiko longsor susulan. “Selama proses pencarian berlangsung, kami menempatkan safety officer untuk mengawasi keamanan tim di lapangan. Petugas ini bertugas memberikan peringatan apabila muncul tanda-tanda bahaya,” kata Bayu.

Sebelumnya, Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki menjelaskan bahwa sebelum longsor terjadi, hujan deras mengguyur Kecamatan Bendungan pada Sabtu siang kemarin sekitar pukul 14.00 WIB. Akibatnya, longsor terjadi hingga menutup akses jalan desa setempat.

Hujan sempat reda pada Sabtu malam. Nah, ketika warga berada di rumah masing-masing sekitar pukul 21.00 WIB, longsor kembali terjadi dan menimbun rumah Syarif. Longsor yang tiba-tiba membuat Syarif dan 4 anggota keluarganya tak sempat menyelamatkan diri hingga tertimbun.