Penampakan Rumah Tertimpa Longsor Trenggalek yang Tewaskan 4 Orang 1 Keluarga
- Madchan Jazuli/Viva Jatim
Jatim – Bencana longsor yang melanda Dusun Banaran, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, pada Sabtu, 1 November 2025, malam menyisakan duka. Sebab, bencana tersebut mengakibatkan 4 orang satu keluarga meninggal dunia. Menyisakan satu orang anggota keluarga korban yang selamat dan hanya menderita luka-luka.
Rumah yang tertimpa tanah longsor itu ialah rumah milik Syarif (60), warga RT 21 RW 8 Dusun Banaran. Syarif turut menjadi korban meninggal dunia. Istrinya, Welas (53), juga ditemukan meninggal dunia. Begitu pula dengan kedua anaknya, yakni Fajar Puji Wibowo (19) dan Rohman (15) juga ditemukan meninggal dunia. Hanya anak tertua Syarif yang selamat, yakni Wijianto (30).
Pengamatan VIVA Jatim di lokasi, posisi rumah korban berada di bawah sebuah tebing setinggi kira-kira 25 meter. sebagian dinding tebing terlihat melorot, lalu materialnya menghantam rumah korban. Kondisi rumah korban terlihat rusak parah, menyisakan dinding berbata merah beberapa meter saja di sisi utara.
Potongan kayu bagian atap berserakan di antara gundukan material bangunan, bercampur dengan tanah yang longsor. Nah, di dalam rumah yang sudah roboh itulah kelima korban ditemukan tertimbun tanah longsor sedalam kira-kira satu meter. Hanya Wijianto yang selamat karena tak begitu dalam tertimbun tanah dan cepat terevakuasi.
Berdasarkan data dari Basarnas, Wijianto berhasil dievakuasi tim SAR gabungan dengan selamat pada Sabtu malam sekitar pukul 23.50 WIB. Pada Minggu, 2 November 2025, dini hari, giliran Syarif yang ditemukan namun dalam kondisi meninggal dunia. 10 menit kemudian tubuh Welas yang berhasil dievakuasi, juga dalam kondisi meninggal dunia.
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban tanah longsor di Trenggalek.
- -
Pencarian dilanjutkan pada Minggu pagi. Hasilnya, jasad Rohman ditemukan dan dievakuasi pada pukul 08.45 WIB. Tak butuh waktu lama, jasad Fajar juga berhasil dievakuasi pada pukul 09.20 WIB. "Korban berjumlah 5 orang, yang meninggal dunia 4 dan yang masih hidup 1,” kata Koordinator Pos SAR Trenggalek Bayu Prasetyo kepada awak media.
Bayu menjelaskan, semua korban ditemukan di satu titik, yakni di dalam rumah yang tertimpa tanah longsor. Mereka ditemukan tertimbun material bangunan rumah dan tanah longsor sedalam kira-kira 1 meter.
Proses evakuasi tak langsung dilakukan pada Sabtu malam dan Minggu dini hari sekaligus karena minimnya penerangan dan kondisi tebing yang masih labil, sehingga dikhawatirkan terjadi longsor susulan.