Suami Anggota DPRD Trenggalek Penganiaya Guru Ditahan Polisi
- Viva.co.id
Trenggalek, VIVA Jatim – Kasus pemukulan seorang guru di SMPN 1 Trenggalek, Eko Prayitno, bikin geger masyarakat. Selain karena pemicunya sepele, jadi sorotan karena pelaku, A (27), adalah suami dari anggota DPRD Trenggalek. Oleh polisi, A pun kini ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
“Benar [pelaku, suami anggota dewan], mulai tadi malam kita lakukan penahanan. Sementara untuk penetapan tersangka sudah kemarin sore," ujar Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Eko Widiantoro kepada wartawan, Selasa, 4 November 2025.
Penetapan tersangka diputuskan setelah penyidik mengantongi dua alat bukti cukup yang menunjukkan dugaan kuat penganiayaan yang dilakukan tersangka terhadap korban. Berdasarkan keterangan korban, saat bertemu, tersangka langsung melakukan kekerasan terhadap korban tanpa meminta penjelasan.
“Motifnya [tersangka melakukan pemukulan dipicu] laporan dari saudaranya tentang pengrusakan telepon genggam,” ujar Eko.
Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Eko Widiantoro.
- Madchan Jazuli/Viva Jatim
Kasus penganiayaan itu terjadi pada Jumat, 31 Oktober 2025. Kasus bermula ketika Eko Prayitno yang merupakan guru seni budaya di SMPN 1 Trenggalek memberikan tugas kelompok ke siswanya. Masing-masing kelompok diberi izin menggunakan maksimal dua gadget atau HP sebagai pendukung mencari bahan pelajaran.
Eko mengungkapkan, sesuai SOP, di luar kegiatan belajar siswa di sekolah tersebut dilarang menggunakan HP. Siswa yang membawa HP diharuskan menyimpan di loker yang disediakan sebelum masuk kelas. Soal aturan HP tersebut juga sudah disosialisasikan ke masing-masing wali murid.
Karena untuk kepentingan belajar, kata Eko, maka saat itu masing-masing kelompok dibolehkan menggunakan HP tapi maksimal dua unit. “Satu kelompok dua-dua, saya awasi untuk membantu tugas karena banyak,” katanya.
“Saya wanti-wanti jangan digunakan aktifitas selain mendukung pelajaran. Sekali lagi jangan digunakan untuk aktivitas lain, seperti chatingan, YouTube-an, kecuali mendukung pelajaran dua kali. Kalau nanti ada yang bermain, itu saya ambil," imbuhnya menceritakan peringatan yang disampaikan kepada siswa saat itu.
Menjelang siang ketika para siswa menikmati menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah-tengah kegiatan belajar kelompok, seorang siswi berinisial N asyik bermain HP. Saat itu, Eko berbaik sangka. Ia mengira N mengerjakan tugas kelompoknya yang belum selesai dikumpulkan.