Surabaya Banjir, Wali Kota Eri Temukan Sampah Sumbat Pintu Air Simo Kalangan

Sampah di Pintu Air Simo Kalang
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendapati tumpukan sampah menyumbat Pintu Air Simo Kalangan, Kecamatan Sukomanunggal, saat dirinya bersama tim sedang meninjau banjir yang menggenangi beberapa kawasan, Rabu, 5 November 2025.

img_title Surabaya Banjir Lagi Usai Diguyur Hujan Deras, Ketinggian Capai 60 Sentimeter

Banjir menggenangi sejumlah titik di Kota Surabaya akibat guyuran hujan intensitas tinggi sejak siang hingga petang kemarin. Banjir terpantau di Jalan Jemursari, Jalan Sidosermo, Jalan Ahmad Yani, Jalan Tidar, Jalan Embong Malang, Jalan Pacuan Kuda, Jalan Tanjungsari hingga lokasi lain di Kecamatan Sukomanunggal dan Kecamatan Asemrowo.

"Sampahne koyok ngene rek. Sampahe koyok ngene terus yo opo [sampahnya seperti ini, gimana]," gumam Eri Cahyadi.

img_title Surabaya Banjir, Pemkot Salahkan Hujan Deras dan Air Laut Pasang

Dirinya pun meminta supaya dinas terkait segera membersihkan sampah-sampah tersebut. Kemudian Eri memerintahkan agar pintu air dibuka total supaya genangan banjir yang menerjang kawasan Sukomanunggal cepat surut.

Wali Kota Surabaya yang menjabat dua periode tersebut juga meminta kepada tim segera mengambil langkah strategis guna mengatasi persolan banjir dengan membangun box culvert di sepanjang Jalan Simo Kalang dan mencari lahan di kawasan Darmo Satelit untuk pembangunan bozem baru.

img_title Hujan Deras Senin Pagi, Surabaya Banjir di 17 Titik

"Gawekno box ae gawe nampung banyu [buatkan box culvert saja buat menampung air hujan]," lanjutnya.

Tak hanya menemukan tumpukan sampah. Sebelumnya, Eri sempat menjumpai sejumlah bangunan milik warga menutup saluran air di Jalan Tanjungsari. Sehingga menurutnya, kondisi tersebut membuat aliran air hujan menjadi tidak lancar.

Oleh karena itu, Eri memerintahkan bangunan-bangunan itu segera dibongkar.

"Tolong dicek lagi ke BPN, nanti barang-barang jangan sampai ada di luar persil. [Bangunan] sudah puluhan tahun [menghalangi aliran air hujan] terus gimana mau bisa menyelesaikan banjir kalau masih ada seperti ini," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Surabaya, Syamsul Hariadi membenarkan ada rumah warga yang sebagian bangunan menutup aliran air.

"Karena salurannya kecil dan rumah-rumah banyak yang maju ke jalan. Terus aliran ke muara juga tidak lancar. Rencananya tahun depan akan kita lebarkan salurannya," tandas Syamsul.