Tenggelam di Sungai Sejak Jumat, Pelajar di Sidoarjo Ditemukan Meninggal

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban tenggelam.
Sumber :
  • Ahaddiini HM/VIVA Jatim

Jatim – Seorang pelajar SMP Nurul Ikhlas Kabupaten Sidoarjo ditemukan meninggal dunia pada Sabtu, 8 November 2025, sejak dilaporkan tenggelam di Sungai Kutuk, Kecamatan Kota, kabupaten setempat pada Jumat, 7 November 2025, sore.

img_title Sempat Dinyatakan Hilang, Lansia 98 Tahun di Gresik Ditemukan Tewas di Sumur

Korban diketahui bernama ADA (17), siswa Kelas XI Nurul Ikhlas. Informasi diperoleh VIVA Jatim, sebelum tenggelam, korban bersama tiga rekannya bermain di Sungai Kutuk. Diduga, korban tergelincir lalu terseret arus sungai yang deras. 

Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, Polri, dan relawan setempat kemudian melakukan pencarian begitu menerima informasi korban tenggelam. Pencarian dilakukan sejak Jumat sore kemarin namun tak kunjung menemukan korban.

img_title Kapolda Jatim Minta Anggota Polri Profesional Gunakan Senjata Api

Pencarian lalu dilanjutkan pada Sabtu, 8 November 2025. Hasilnya, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 12.55 WIB. Jasad korban ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi korban tenggelam.

Ilustrasi tenggelam

Photo :
  • Istimewa

img_title Polda Jatim Turun Tangan Kejar Pembunuh Sekretaris DPRKP Bangkalan

Kepala BPBD Kabupaten Sidoarjo Sabino Mariano mengatakan, proses pencarian dilakukan menggunakan perahu karet dan penyelaman. "Setelah laporan masuk, tim langsung bergerak cepat,” katanya kepada wartawan. 

Kendala yang dihadapi adalah arus sungai yang cukup deras. “Tapi kami tetap melakukan penyisiran dan penyelaman hingga korban ditemukan," imbuhnya.

Sabino menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat debit air meningkat. “Terutama ketika debit air sedang tinggi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Unit Samapta Polsek Sidoarjo Kota AKP Lutfi mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi kejadian yang menimpa korban.

"Saat ini kami saat ini masih mendalami awal mula kronologi tenggelamnya korban," kata dia.