Mentan Dorong ITS Ciptakan Teknologi yang Mendukung Pertanian Modern
- Rahmat Fajar
Surabaya, VIVA Jatim-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan banyak teknologi yang mendukung pertanian di Indonesia. Amran ingin karya dari ITS bisa dirasakan oleh masyarakat.
Amran mengungkapkan pemerintah telah bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi untuk kemajuan pertanian. Ia berharap ITS bisa berkontribusi di bidang mekanisasi pertanian.
"Dan itu bisa menekan biaya sampai 60-50 persen. Kalau semua menggunakan mekanisasi, kita bertransformasi dari pertanian tradisional ke modern," ujar Amran saat menghadiri rangkaian kegiatan Reuni Akbar Alumni ITS, di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Minggu, 9 November 2025.
Amran mengungkapkan, aspek yang ditekankan kepada ITS yaitu terkait teknologi pertanian, mekanisasi pertanian dan semua peralatan mulai dari panen, pengolahan bahkan sampai kepada irigasi. Pasalnya, pemerintah ingin teknologi pertanian di Indonesia hasil dari karya anak bangsa sendiri.
Amran pun menegaskan pemerintah akan mendukung dana riset untuk kepentingan ini. Sampai saat ini terkait dana riset tidak ada kendala.
"Ini perlu keberanian. Dari hasil penelitian, karena kami juga peneliti, ini kita harus ada keberanian secara konsisten. Mempromosikan kemudian dalam promosi itu kita memperbaiki. Apa saja kekurangannya. Kami dulu promosikan teknologi recun tikus 13 tahun," katanya.
Rektor ITS Prof Bambang Pramujati mengatakan ITS siap membantu pemerintah dalam mendukung transformasi pertanian tradisional ke modern. Sebagai kampus yang bergelut di bidang teknologi, Prof Bambang menegaskan ITS siap mewujudkan mekanisasi pertanian seperti yang diinginkan Mentan.
"InsyaAllah sebenarnya secara teknologi dan SDM kita mampu selama ini. Yang menjadi kendala adalah bagaimana hasil dari penelitian itu bisa dihilirisasi," kata Prof Bambang.
Dengan adanya bantuan pemerintah, Prof Bambang meyakini akan mempermudah hilirisasi. Dan teknologi untuk kebutuhan mekanisasi pertanian, menurutnya, ITS mampu mewujudkannya karena biaya yang dibutuhkan masih terjangkau.
"Biasanya yang menjadi biaya itu ada bagaimana kita untuk mula membuat dalam jumlah yang banyak. Nah ini kalau kita ada kepastian dari kementerian, nanti kita bisa menggandeng alumni dan sebagainya. Sehingga kita bisa berkolaborasi untuk mewujudkan impian Pak Menteri, mekanisasi pertanian di Indonesia," tuturnya.