Tekan TBC, Menkes Lakukan Pilot Project Alat Tes Baru ke 100 Titik di 8 Provinsi

Menkes Budi Gunadi Sadikin
Sumber :
  • Ahaddiini HM

Sidoarjo, VIVA Jatim- Kasus Tuberkolosis (TBC) di Indonesia terus meningkat. Kementerian Kesehatan mencatat di tahun 2025, TBC diperkirakan menginfeksi 1.090.000 orang dan mengakibatkan kematian.

img_title Polda Jatim Turun Tangan Kejar Pembunuh Sekretaris DPRKP Bangkalan

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa TBC merupakan penyakit menular dan menjadi penyebab kematian tertinggi setiap tahunnya.

"Setiap tahun, terdapat sekitar satu juta kasus dengan angka kematian mencapai 136 ribu jiwa," ucapnya usai memberikan ceramah kesehatan di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Minggu 9 November 2025.

img_title Polresta Sidoarjo Tebar 3 Ton Beras untuk Warga yang Membutuhkan di Hari Bhayangkara ke-80

Menurutnya, Pemerintah harus berusaha melakukan penanganan TBC agar angka kematian bisa segera ditekan dengan peningkatan pemeriksaan dan percepatan pengobatan di seluruh daerah.

"Saat ini kunci utama adalah dengan deteksi dini dan pencegahan cepat. Asal bisa screening lebih cepat, obatnya ada. Cuma untuk menemukannya yang kadang susah karena TBC kalau batuk susah dibedakan dan kalau body test, tesnya agak susah. Ditambah proses tes yang membutuhkan waktu lama di laboratorium," terangnya.

img_title 80 Kades Terpilih di Sidoarjo Resmi Dilantik, 63 Wajah Baru

Dia menegaskan, penanganan TBC sebaiknya tidak di rumah sakit, tetapi di klinik agar dapat ditangani dengan segera. Ke depan pihaknya telah menyiapkan alat tes baru yang diklaim memiliki akurasi sama dengan alat laboratorium konvensional dan telah diuji coba di Jawa Barat dengan hasil yang baik.

"Tahun ini Kemenkes mulai melakukan pilot project di 100 titik dan akan dikembangkan ke 8 provinsi, termasuk Jawa Timur," ujarnya.

Dengan begitu, ia berharap tahun depan tes akan lebih gampang.

"Kalau alat yang lama harus pakai dahak, yang sekarang alatnya kecil dan tidak butuh laboratoriumcukup diswab dari area mulut. Nanti kita akan bagikan ke klinik-klinik," katanya.