Syaikhona Kholil dan Gus Dur Bergelar Pahlawan Nasional, F-PKB Jatim: Beliau Guru Bangsa
- A Toriq A/Viva Jatim
Jatim – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jatim gembira atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional yang diberikan kepada Syaikhona Muhammad Kholil dan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Menurut PKB, keduanya memang pantas menyandang gelar pahlawan.
Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim Fauzan Fuadi mengatakan, partainya menjadi bagian dari perjuangan mengajukan Syaikhona Kholil sebagai Pahlawan Nasional. Menurutnya, gelar pahlawan yang dianugerahkan kepada Syaikhona Kholil tidak hanya membuat bangga warga Bangkalan, Madura. “Tapi juga bagi seluruh warga Nahdliyin dan masyarakat pesantren,” katanya, Selasa, 11 November 2025.
Kebahagiaan PKB kian lengkap setelah nama Presiden RI ke-4 sekaligus pendiri PKB, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, juga masuk dalam daftar penerima gelar Pahlawan Nasional di momen Hari Pahlawan pada Senin kemarin. “Alhamdulillah, perjuangan panjang kami akhirnya membuahkan hasil,” ucap Fauzan.
Menurut Bendahara DPW PKB Jatim itu, penganugerahan tersebut merupakan bentuk pengakuan negara atas jasa besar tokoh pesantren dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Beliau [Syaikhona Kholil dan Gus Dur] bukan hanya ulama besar, tapi juga guru bangsa. Jasa beliau dalam membangun kesadaran kebangsaan melalui pendidikan pesantren luar biasa besar,” tandas Fauzan.
Fauzan mengungkapkan, sejak awal PKB konsisten memperjuangkan tokoh ulama pejuang untuk mendapatkan gelar pahlawan. Bahkan, usulan tersebut telah disuarakan sejak tahun 2021 dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar turun langsung memperjuangkan itu.
“Sejak 2021, PKB telah memperjuangkan hal ini secara resmi. Kami mengirimkan dokumen, melakukan audiensi, dan terus mendorong pemerintah agar mengakui jasa ulama pejuang ini. Alhamdulillah, hari ini perjuangan itu berbuah manis,” ungkap Fauzan.
Potret Pahlawan Nasional yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto.
- Yeni Lestari/VIVA.co.id
Sebagai partai yang lahir dari rahim pesantren NU, Fauzan menegaskan bahwa memperjuangkan ulama pesantren untuk mendapatkan penghargaan negara adalah kewajiban moral dan ideologis bagi PKB. Itu bukan sekadar soal politik.
Ada beberapa nama ulama yang juga diperjuangkan PKB agar dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Yakni KH Bisri Syansuri (Jombang), KH Abdullah Abbas (Buntet Cirebon), KH Mahrus Aly (Kediri), KH R Asnawi (Kudus), dan KH Ruhiat (Tasikmalaya).