Industri Tambang Dinilai Bisa Berjalan Seiring dengan Pelestarian Lingkungan
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim-Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas mengatakan bahwa industri tambang bisa berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan apabila dikelola dengan prinsip berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Wenas di hadapan ribuan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam kuliah umum bertema "Pertambangan Terintegrasi dari Hulu ke Hilir untuk Masa Depan Berkelanjutan, Rabu, 12 November 2025.
Wenas menegaskan industri pertambangan mempunyai peran besar dalam kehidupan sehari-hari. Dan yang terpenting adalah bagaimana tambang bisa dikelola secara aman, efisien dan berkelanjutan. "Pertambangan memang mengubah bentang alam tapi juga punya tanggung jawab mengembalikan ekosistem tetap lestari," ujarnya dalam keterangan tertulisnya.
Tanggung jawab tersebut, kata Wenas, dipegang teguh oleh PT Freeport Indonesia. Wenas juga mengungkapkan peran ITS terhadap perjalanan Freeport. Menurutnya saat ini, lebih dari empat ratus alumni ITS yang bekerja di Freeport Indonesia dan menempati posisi strategis.
Wenas mengungkapkan bahwa fokus Freeport bukan pada konglomerasi. Tetapi produksi yang aman dan berkelanjutan.
Sementara itu, Rektor ITS, Prof Bambang Pramujati berharap kerjasama dengan Freeport terus berlanjut. Prof Bambang ingin kerjasama tidak hanya penelitian tetapi juga kerja praktik untuk mahasiswa ITS.
"Saya mengapresiasi kerjasama dengan Freeport," kata Prof Bambang.
Ketua Umum Pengurus Pusat IKA ITS, Wiluyo Kusdwiharto melihat dukungan Freeport sangat penting terhadap ITS. Menurut Wiluyo banyak yang dapat dikerjasamakan antara ITS dengan Freeport.
Ketua OC Reuni Akbar Alumni ITS, Adi Dharma mengatakan bahwa ITS akan membuka jurusan Pertambangan tahun ini. Dan Freeport telah banyak menyerap tenaga kerja dari alumni ITS.
"Semoga dengan adanya jurusan Pertambangan ITS, akan banyak lagi putra terbaik Indonesia yang mengelola tambang di negeri kita," katanya.