Petambak di Sidoarjo Timur Dihantui Banjir Rob saat Hujan, Tanggul Ditinggikan

Petani tambak di Sidoarjo meninggikan tanggul, cegah banjir rob.
Sumber :
  • Ahaddiini HM/VIVA Jatim

Sidoarjo, VIVA Jatim – Hujan deras yang sering  melanda membuat petani tambak pesisir timur Sidoarjo bersiaga dan waspada dengan datangnya banjir rob. Mereka berduyun-duyun meninggikan tanggul penopang pembatas antara sungai dan tambak.

img_title Diserahkan ke Lanudal Juanda, Taman Pintar Juanda JAPFA Diharapkan Jadi Ruang Edukasi

Salah satu petani tambak Kalanganyar Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo, Medy menjelaskan hal ini adalah langkah yang harus ditempuh untuk menghindari kerugian.

"Mau tidak mau tanggul penopang pembatas harus ditinggikan antisipasi banjir rob datang tiba-tiba, ini juga untuk menghindari kerugian," ucapnya kepada VIVA Jatim, Kamis 13 November 2025.

img_title Polda Jatim Turun Tangan Kejar Pembunuh Sekretaris DPRKP Bangkalan

Medy menyampaikan di tambak miliknya yang seluas 19 hektare, ada 3 lokasi tambak yang harus ditinggikan dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

"Alhamdulilah di total tambak 19 hektar ada di 3 lokasi yang berbeda di Kalanganyar. 1 tambak butuh sekitar Rp40 juta untuk meninggikan tanggul, kalau 3 tambak sekitar Rp120 juta, belum tambahan lainnya untuk 3 area harus sedia paling tidak Rp30 juta sampai Rp40 jutaan," ungkapnya.

img_title Polresta Sidoarjo Tebar 3 Ton Beras untuk Warga yang Membutuhkan di Hari Bhayangkara ke-80

Tiap tambak dibuat pembatas setinggi 20 sentimeter dari posisi semula. "Caranya dengan mengeruk lumpur didalam tambak kemudian diletakkan dipinggir permukaan pembatas antara tambak dan sungai. Agar cepat selesai  dibantu 6 pekerja dengan biaya yang tidak sedikit juga," terangnya.

Ia melanjutkan, jika ada bagian tanggul yang telah sedikit jebol karena hama seperti belut, kepiting dan ular yang membuat rumah didalam tanggul tambak, maka cara antisipasinya dilakukan dengan cara berbeda pula.

"Beda cara kalau udah jebol sedikit aja kena hama. Yang diperlukan gedeg anyaman bambu dan bambu tua untuk tiang penyangga sebagai penopang. Bisa juga sama sak atau karung berisi lumpur tambak dengan tanah yang keras, itu ditumpuk untuk buat tanggul baru," tambahnya.

Selain sebagai antisipasi banjir rob, kata Medy, itu dilakukan juga untuk menyelamatkan udang dan bandeng yang dipeliharanya.

"Jadi untuk menyelamatkan udang-udang dan bandeng juga pastinya, di 1 tambak ada yang 200 rean, 60 rean dan 30 rean udang, 1 reannya  5000 ekor udang. Bandeng ada 4 reanan sekitar 2000 ekor di setiap tambaknya," kata dia.

Sebagai petani tambak, Medy harus berpedoman dengan informasi yang diberikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui adanya badai tropis yang berpengaruh terhadap elevasi air laut.

Halaman Selanjutnya
img_title