BPBD Jatim Kerahkan 6 Alat Berat Buka Timbunan Material Vulkanik Semeru

Ekskavator membersihkan material vulkanik.
Sumber :
  • Istimewa

Lumajang, VIVA Jatim – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menerjunkan enam alat berat untuk membuka akses pemukiman yang tertimbun material vulkanik usai Gunung Semeru erupsi, pada Rabu, 19 November 2025 kemarin.

img_title Cara Jawa Timur Perkuat Respons Darurat Bencana

Luncuran Awan Panas Guguran (APG) saat Gunung Semeru erupsi telah menyapu puluhan rumah warga Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Ribuan ton kubik material vulkanik juga menutup akses jalan pemukiman sehingga menyulitkan proses evakuasi.

"Pembukaan akses adalah prioritas utama. Tanpa jalur terbuka, distribusi bantuan terlambat dan proses evakuasi terhambat. Karena itu kami langsung menggerakkan alat berat segera setelah laporan masuk," ujar Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto dalam laporannya, Kamis, 20 November 2025.

img_title Rustini Sebut Aksi Hijau Perempuan Bangsa di Ranupani-Regulo untuk Jaga Keseimbangan Ekosistem Gunung Semeru

Dia mengatakan, selain menerjunkan enam alat berat pihaknya juga mengirimkan sejumlah bantuan logistik ke lokasi bencana berupa masker respirator, masker medis, masker KN95, kacamata pelindung, sarung tangan hingga sepatu tahan api.

Kemudian juga mengirimkan bantuan selimut, makanan siap saji, tambahan gizi serta peralatan komunikasi. Bantuan ini diprioritaskan bagi warga di titik pengungsian dan mereka yang masih berada di desa untuk menyelamatkan barang serta ternak.

img_title Perempuan Bangsa Gaungkan Penyelamatan Ranupani Lumajang

Gatot mengatakan, petugas gabungan dari BPBD, TNI-Polri, Basarnas, PMI dan para relawan juga terus melakukan pembersihan material vulkanik di Gladak Perak, evakuasi ternak warga, serta pendistribusian 500 nasi bungkus untuk warga dan petugas lapangan.

"Kami akan tetap berada di lapangan hingga seluruh akses terbuka dan kebutuhan warga terpenuhi. Situasi masih dinamis, dan peningkatan kewaspadaan harus terus dilakukan," lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Gatot mengingatkan kepada warga setempat supaya berhati-hati saat kembali ke rumah untuk mengambil barang berharga maupun melihat ternak mereka karena lokasi masih dipenuhi material panas dan berdebu.

"Warga mohon berhati-hati karena pasir yang dipijak sebagian masih panas dan perlu mengenakan perangkat keselamatan. Baik itu sepatu boots, jaket maupun masker," pinta Gatot.

Berdasar video yang dibagikan, sejumlah alat berat berupa ekskavator sedang melakukan pembersihan material vulkanik dengan mengeruk dan memindahkan ke lokasi lain.

Tampak timbunan tebal abu vulkanik berwarna pekat menutupi jalan di pemukiman warga. Material vulkanik tersebut merupakan sisa luncuran APG Gunung Semeru saat erupsi kemarin dengan amplitudo maksimum 45 mm berdurasi 14.283 detik. Meluncur sejauh 13 kilometer ke arah Besuk Kobokan.