Cegah Bullying di Sekolah, Menteri Abdul Mu’ti Siapkan Aturan Humanis-Partisipatif

Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Surabaya.
Sumber :
  • Rachmad Fahrizal Tito/VIVA Jatim

Surabaya, VIVA Jatim – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan pihaknya akan menetapkan Peraturan Mendikdasmen yang fokus utamanya adalah mewujudkan budaya sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik, termasuk untuk mencegah praktik bullying atau perundungan di sekolah.

img_title Pemerintah Targetak Revitalisasi 80 Ribu Lebih Satuan Pendidikan di Tanah Air

Peraturan baru itu adalah hasil revisi regulasi Permendikbudristek Tahun 2023 dan penguatan kompetensi tenaga pendidik, setelah mendapatkan masukan dari sejumlah pihak hingga pengkajian dalam menangani maraknya kasus perundungan di lingkungan sekolah.

“Sudah kita kaji dengan berbagai pihak untuk memperbaiki Permendikbudristek tahun 2023 itu. Regulasi baru akan dibuat dengan pendekatan yang lebih humanis dan prinsip yang partisipatif,” kata Abdul Mu'ti di sela-sela menghadiri Rakernas Dewan Pendidikan se-Indonesia di Surabaya, Kamis, 20 November 2025.

img_title Mendikdasmen Abdul Mu’ti Menginap di Hotel Siswa SMKN 1 Jombang, Apresiasi Teaching Factory Jatim

Ia menjelaskan, upaya yang dilakukan pemerintah itu tidak hanya sebatas penyempurnaan aturan, tetapi juga menyasar peningkatan kompetensi guru. Pelatihan bagi guru bimbingan konseling (BK) dan penguatan budaya kepekaan di sekolah menjadi agenda prioritas.

“Kita terus meningkatkan kompetensi guru, termasuk pelatihan untuk guru-guru BK. Pendekatannya nanti memperkuat juga kepekaan di sekolah sehingga semua guru ke depan diharapkan bisa menjadi guru wali yang mampu memberikan bimbingan dan konseling kepada muridnya,” ujar Abdul Mu’ti.

img_title Dewan Pendidikan Surabaya 2026-2030 Dibentuk, Fokus Hadapi Disrupsi Digital

Ia menambahkan bahwa regulasi baru tersebut disiapkan agar implementasinya lebih efektif dan responsif terhadap dinamika kasus kekerasan serta bullying yang masih kerap muncul di lingkungan sekolah.

"Dengan pendekatan baru yang lebih humanis, partisipatif, dan berbasis penguatan kapasitas guru, kita berharap lingkungan pendidikan di Indonesia dapat benar-benar menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak," tandasnya.

Laporan: Rachmad Fahrizal Tito/Surabaya