Kemendikti Saintek Dorong Profiling Dosen S3 dan Pakar: Kunci Peningkatan Kualitas PTS
- Rachmad Fahrizal Tito/VIVA Jatim
Surabaya, VIVA Jatim – Kepala Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), Prof Dr Bhimo Widyo Andoko menegaskan pekerjaan rumah terbesar perguruan tinggi swasta (PTS) saat ini adalah penguatan profil dosen. Sebab, peningkatan kualitas dosen adalah modal utama untuk membangun perguruan tinggi yang maju.
Hal tersebut disampaikan Prof Bhimo dalam Dialog Kebijakan Tata Kelola Perguruan Tinggi dan SDM Menuju Visi 2045 yang digelar Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Jumat, 21 Nopember 2025.
“Profiling para dosen itu penting. Kualifikasi pendidikan, kepakaran, dan kontribusi dosen itu harus jelas. Idealnya, dosen itu berpendidikan S3 dan memiliki kepakaran yang diakui,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kontribusi dosen tidak hanya untuk institusi, tetapi juga untuk negara melalui riset yang berdampak pada ekonomi dan sosial masyarakat. Karena itu perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mengimplementasikan program-program kementerian kepada masyarakat.
“Kami dari kementerian tentu saja mempunyai kepentingan untuk mengingatkan bahwa nantinya perguruan tinggi menjadi frontliner yang dapat mengimplementasikan program kementerian ke masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, riset, pola pembelajaran, dan pengabdian masyarakat adalah tiga pilar penting yang harus diperkuat. Ia mencontohkan keberhasilan riset, baik di bidang kesehatan, ekonomi, maupun kebencanaan, dapat memberikan dampak langsung bagi negara.
“Misalnya penemuan stem cell itu akan membantu pemerintah dan masyarakat di bidang kesehatan. Atau kalau di Untag ada pola audit unggulan, itu juga akan berpengaruh pada masyarakat dan negara,” katanya.
Ia menambahkan bahwa peran para pakar perguruan tinggi sangat dibutuhkan, termasuk dalam mitigasi bencana.
“Sebelum terjadi bencana, harusnya kita bisa sosialisasi dan mitigasi. Kita punya ahli tsunami di perguruan tinggi, dan itu yang seharusnya bisa dimanfaatkan,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor Untag Surabaya, Prof Dr Mulyanto Nugroho menyampaikan bahwa kampusnya telah bersiap menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan memperkuat tata kelola dan sumber daya manusia.
“Hari ini kita mengadakan dialog tentang bagaimana tata kelola dan SDM untuk Indonesia Emas 2045. Kita sebagai perguruan tinggi unggul di Jawa Timur sudah menyambut ini,” ujar Prof Nug sapaan akrabnya.