Gonjang-ganjing Gus Yahya Diminta Mundur dari Jabatan Ketum PBNU

Gus Yahya, Ketua Umum PBNU
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube TVNU

Surabaya, VIVA Jatim – Gonjang-ganjing KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya diminta mundur dari jabatan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) oleh Rais Aam NU KH Miftachul Akhyar menyeruak sejak Jumat kemarin. Hal itu terjadi setelah dokumen Risalah Rapat Syuriah yang memuat soal keputusan pemakzulan Gus Yahya bocor ke publik melalui jejaring WhatsApp dan media sosial.

img_title Polres Jombang Bersiap-siap Jelang Muktamar NU Ke-35 di PP Tambakberas

Isu pemakzulan Gus Yahya sebetulnya sudah tercium di lingkungan pengurus NU sejak beberapa hari lalu. Yakni ketika surat undangan rapat harian syuriah tertanggal 17 November 2025 tersebar di beberapa jejaring WhatsApp. Isi undangan biasa, hanya rapat harian syuriah. Tapi isunya kencang: tentang nasib Gus Yahya di struktur NU.

Hingga kemudian pada Jumat sore, 21 Agustus 2025, dokumen Risalah Rapat Harian Syuriah PBNU tersebar di jejaring WhatsApp. Mula-mula hanya tersebar di grup-grup WhatsApp struktur NU. Malamnya, dokumen hasil rapat syuriah berbentuk PDF itu kian menyebar luas hingga ke masyarakat luas.

img_title Muktamar NU Ke-35 Digelar di Tambakberas Jombang 27-31 Agustua

Berdasarkan dokumen Risalah Rapat Harian Syuriah PBNU tersebut, rapat digelar di Hotel Aston City Jakarta pada Kamis, 20 November 2025. Rapat dihadiri oleh 37 dari total 53 Pengurus Syuriah NU. Risalah ditandatangani oleh Rais Aam NU KH Miftachul Akhyar. Rapat menghasilkan lima poin keputusan.

Poin pertama dan kedua terkait diundangnya narasumber pendukung Zionisme Israel dalam Akademi Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (AKN) NU yang digelar PBNU beberapa waktu lalu. Hal itu dinilai jajaran Syuriah melanggar nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah Annahdliyah. Poin ketiga, disimpulkan adanya tata kelola keuangan di lingkungan PBNU yang mengindikasikan pelanggaran. 

img_title Menjelang Muktamar NU Ke-35, Ingat Pesan Mbah Hasyim

Poin keempat, pengurus harian Syuriah menyerahkan keputusan sikap kepada Rais Aam dan Wakil Rais Aam PBNU. Poin kelima, Rais Aam dan Wakil Rais Aam PBNU memutuskan agar Gus Yahya mengundurkan diri dari jabatan Ketum PBNU dalam waktu tiga hari sejak hari dan tanggal keputusan rapat. 

“Jika dalam waktu 3 (tiga) hari tidak mengundurkan diri, Rapat Harian Syuriah PBNU memutuskan memberhentikan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besa Nahdlatul Ulama,” isi risalah rapat tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title