Gus Ipul Tak Hadir Bersama Gus Yahya di Pertemuan PBNU-PWNU di Surabaya

Suasana pertemuan PBNU dan PWNU se Indonesia di Surabaya.
Sumber :
  • Rahmat Fajar/Viva Jatim

Surabaya, VIVA JatimPBNU dan PWNU se Indonesia menggelar pertemuan di Hotel Samator Surabaya, Sabtu, 22 November 2025, malam. Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya hadir, tapi tidak dengan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

img_title Meluruskan Mesin Ekonomi Negara: Kritik atas Dividen BUMN dan Ikhtiar Kemandirian Umat Bersama NU

Pengamatan VIVA Jatim di lokasi, Gus Yahya dan beberapa peserta rapat masuk ke dalam ruangan sekitar pukul 20.37 WIB. Hanya sebagian PWNU yang hadir. Pertemuan berlangsung tertutup. Pintu ruangan dijaga oleh beberapa anggota Banser.

Hingga berita ini selesai ditulis pada pukul 22.24 WIB, Gus Ipul belum juga terlihat di lokasi. Belum diketahui apakah ia berhalangan hadir karena berbarengan dengan tugas sebagai Menteri Sosial, atau sebab lainnya.

img_title Blusukan Jelang Muktamar ke 35, Gus Salam Mengaku Sudah Galang Dukungan 22 Pengurus Wilayah NU

Di lokasi pertemuan, Gus Yahya didampingi oleh Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni dan Wakil Sekjen Faisal Saimima. Dua pengurus harian PBNU tersebut yang menandatangani surat undangan pertemuan PBNU-PWNU se Indonesia di Surabaya.

Pertemuan tersebut jadi sorotan di tengah panasnya situasi di internal PBNU, setelah jajaran Pengurus Harian Syuriah menyatakan Gus Yahya melakukan pelanggaran. Rais Aam NU KH Miftachul Akhyar pun meminta Gus Yahya mundur dari jabatannya sebagai Ketum PBNU.

img_title Forbes NU Kritik Arah Diplomasi Global PBNU, Nilai Jauh dari Kepentingan Nahdliyyin

Keputusan itu tertuang dalam dokumen Risalah Rapat Harian Syuriah NU di Jakarta pada Kamis, 20 November 2025. Rapat tersebut menghasilkan lima poin keputusan.

Di antaranya menyatakan bahwa Gus Yahya melakukan pelanggaran karena mengundang narasumber yang diketahui bagian dari jaringan Zionis Israel dalam Akademi Kader NU beberapa waktu lalu. Karena itu, Pengurus Harian Syuriah menyerahkan sepenuhnya sikap atas itu kepada Rais Aam NU.

Dan, di poin selanjutnya, Rais Aam NU meminta Gus Yahya mundur dari Ketum PBNU tiga hari sejak Risalah Rapat Harian Syuriah ditetapkan.

"Jika dalam waktu 3 (tiga) hari tidak mengundurkan diri, rapat harian Syuriah PBNU memutuskan memberhentikan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama," isi risalah tersebut.

Gus Yahya ogah mengomentari soal isu pemakzulan dirinya. Ia meminta awak media mencari sendiri informasi soal itu. Ia mengaku belum menerima surat resmi dari Rais Aam NU soal itu.

Halaman Selanjutnya
img_title